Indo Defence 2025: Prabowo Subianto Akan Membuka Pameran Pertahanan Internasional dengan Partisipasi Rekor

Indonesia bersiap menjadi tuan rumah pameran industri pertahanan internasional terbesar, Indo Defence 2025, yang dijadwalkan dibuka oleh Presiden terpilih, Prabowo Subianto. Ajang bergengsi ini akan berlangsung mulai 11 Juni 2025, menarik partisipasi dari 55 negara dan lebih dari seribu perusahaan yang bergerak di bidang pertahanan dan keamanan dari seluruh dunia.

Upacara pembukaan Indo Defence 2025 rencananya akan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Selain membuka acara secara resmi, beliau dijadwalkan untuk meninjau berbagai stan pameran yang menampilkan inovasi dan teknologi terkini di sektor pertahanan. Kehadiran Prabowo sebagai Presiden terpilih menunjukkan komitmen tinggi pemerintah Indonesia terhadap pengembangan industri pertahanan dalam negeri serta peningkatan kerjasama internasional di bidang ini.

Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Marsekal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo juga akan memanfaatkan momentum Indo Defence 2025 untuk mengadakan pertemuan bilateral dengan sejumlah kepala delegasi dari negara-negara sahabat. Pertemuan ini diharapkan dapat mempererat hubungan diplomatik dan kerjasama pertahanan antara Indonesia dengan negara-negara tersebut, terutama dengan para Menteri Pertahanan yang hadir.

Menurut Donny Ermawan, Indo Defence ke-10 ini awalnya direncanakan untuk diselenggarakan pada tahun 2024. Namun, mengingat jadwal yang berdekatan dengan masa transisi pemerintahan, pelaksanaan pameran diputuskan untuk diundur ke tahun 2025. Langkah ini diambil untuk memastikan persiapan yang lebih matang dan penyelenggaraan acara yang lebih optimal.

"Biasanya dilaksanakan November, seperti tahun 2022 lalu. Tapi karena November 2024 adalah masa peralihan pemerintahan. Karena itu, kami siapkan secara utuh untuk 2025," jelas Wamenhan Donny Ermawan.

Penundaan pelaksanaan tidak mengurangi skala maupun substansi dari Indo Defence. Sebaliknya, terjadi peningkatan signifikan dalam hal partisipasi internasional. Tercatat 13 Menteri Pertahanan dari berbagai negara telah mengkonfirmasi kehadirannya. Total ada 55 negara yang akan berpartisipasi, dengan 32 negara di antaranya membawa paviliun masing-masing.

Tema yang diusung dalam Indo Defence 2025 adalah "Defence Partnership for Global Peace and Stability" atau Kemitraan Pertahanan untuk Perdamaian dan Stabilitas Global. Donny Ermawan menekankan bahwa tujuan dari forum ini tidak hanya sebatas transaksi bisnis di bidang pertahanan, tetapi juga sebagai wujud kontribusi aktif Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, sesuai dengan amanat yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

"Kita semua tahu bahwa global stability, peace itu sangat kita harapkan untuk perdamaian, untuk kesejahteraan. Kalau enggak damai, enggak stabil suatu negara, suatu kawasan, ya nonsense kita bisa mendapatkan kesejahteraan, ekonomi enggak akan berkembang," kata Donny.

"Sehingga ini menjadi harapan kita semua, enggak hanya Indonesia saja, tapi semua negara," imbuhnya.

Indo Defence 2025 diharapkan menjadi platform penting bagi para pemangku kepentingan di bidang pertahanan dan keamanan untuk bertukar informasi, menjalin kerjasama, dan mencari solusi inovatif dalam menghadapi tantangan global. Pameran ini juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kemajuan industri pertahanan dalam negeri dan memperkuat posisinya sebagai pemain penting dalam menjaga stabilitas kawasan.