Januarisman Runtuwene: Kilas Balik Sindrom Bintang di Awal Karier

Januarisman Runtuwene, yang lebih dikenal sebagai Aris Idol, baru-baru ini berbagi pengalamannya mengenai masa-masa awal ketenarannya setelah memenangkan kompetisi Indonesian Idol musim kelima pada tahun 2008. Ia mengakui bahwa dirinya sempat mengalami star syndrome atau sindrom bintang di awal kariernya. Aris menjelaskan bahwa hal tersebut adalah fase yang wajar, mengingat perbandingan drastis antara latar belakangnya sebelum dan sesudah menjadi penyanyi terkenal.

"Ketika seseorang yang sebelumnya hidup sederhana, kemudian tiba-tiba diangkat dan dipuja, sindrom bintang adalah hal yang wajar," ungkap Aris saat ditemui di sebuah studio di Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Aris menuturkan bahwa perubahan sikapnya saat itu sempat menuai kritik dari warganet yang menilainya sombong. Namun, lebih dari satu dekade kemudian, Aris memandang hal tersebut sebagai bagian dari masa lalu yang telah ia tinggalkan. Kini, ia memilih untuk fokus pada karier musiknya dan menciptakan karya-karya baru.

"Kejadian itu sudah lama sekali, sekitar tahun 2008. Saya sudah move on dan sekarang fokus berkarya dengan lagu-lagu baru," ujarnya.

Aris juga menegaskan bahwa dirinya kini jauh lebih dewasa dalam menyikapi berbagai hal. Ketika popularitasnya mencapai puncak, usianya masih sangat muda dan belum memiliki pemahaman yang mendalam tentang dunia hiburan. Kini, ia berusaha untuk bersikap lebih bijak dalam menghadapi komentar-komentar negatif yang ditujukan kepadanya.

"Dulu saya masih kecil, belum tahu apa-apa, masih sekitar 20 tahunan," kenang Aris.

Menanggapi komentar-komentar negatif, Aris memilih untuk memberikan penjelasan yang baik kepada para pengkritiknya, alih-alih langsung memblokir mereka. Ia berusaha untuk meluruskan kesalahpahaman dan memberikan klarifikasi terkait isu-isu yang berkembang.

"Saya berusaha memberikan penjelasan kepada mereka dan meluruskan segala sesuatunya sebaik mungkin," pungkasnya.

Berikut adalah beberapa hal yang dilakukan Aris Idol:

  • Fokus berkarya
  • Berusaha meluruskan kesalahpahaman
  • Memberikan penjelasan yang baik kepada pengkritik