Keterlambatan Gaji di Anak Perusahaan Adhi Karya, Erick Thohir Soroti Peran Danantara

Kabar mengenai keterlambatan pembayaran gaji karyawan di salah satu anak perusahaan PT Adhi Karya (Persero) menjadi sorotan publik. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, angkat bicara mengenai permasalahan ini, menyinggung peran Danantara dalam pengelolaan dan investasi perusahaan BUMN.

Erick Thohir menekankan pentingnya meninjau kondisi perusahaan secara menyeluruh untuk mengidentifikasi akar permasalahan yang menyebabkan keterlambatan gaji. Ia juga menyoroti kemungkinan adanya indikasi praktik korupsi yang perlu diselidiki lebih lanjut. Menteri BUMN menjelaskan bahwa operasional dan investasi perusahaan BUMN kini berada di bawah pengawasan Danantara, sebuah lembaga yang memiliki peran strategis dalam mengelola keuangan dan investasi BUMN.

"Tentu harus dilihat dulu kondisinya seperti apa. Apakah ada indikasi korupsi atau tidak, ini perlu diselidiki. Sekarang kan operasional sudah di Danantara, investasi juga di Danantara," ujar Erick Thohir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Erick Thohir menegaskan bahwa Kementerian BUMN memiliki tanggung jawab untuk menjaga regulasi, melakukan pengawasan, dan memberikan dukungan dalam penugasan. Ia menekankan pentingnya pembagian tugas yang jelas antara Kementerian BUMN dan Danantara dalam mengelola perusahaan-perusahaan BUMN.

Kabar mengenai keterlambatan pembayaran gaji di anak perusahaan PT Adhi Karya ini mencuat melalui unggahan di media sosial. Dalam unggahan tersebut, terlihat pemberitahuan kepada karyawan PT Adhi Persada Gedung mengenai penundaan pembayaran gaji bulan Mei yang baru akan direalisasikan pada bulan Juni 2025. PT Adhi Persada Gedung merupakan salah satu entitas anak perusahaan dari PT Adhi Karya yang bergerak di bidang konstruksi dan pengembangan properti.

Berikut poin-poin penting yang perlu diperhatikan:

  • Keterlambatan pembayaran gaji terjadi di PT Adhi Persada Gedung, anak perusahaan PT Adhi Karya.
  • Erick Thohir menyoroti peran Danantara dalam pengelolaan keuangan BUMN.
  • Kementerian BUMN akan melakukan investigasi untuk mencari tahu penyebab keterlambatan gaji.

Permasalahan ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kesejahteraan karyawan dan citra perusahaan BUMN. Pemerintah diharapkan dapat segera mengambil langkah-langkah konkret untuk menyelesaikan masalah ini dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.