Indonesia Gandeng ISSA dalam Upaya Perluasan Jaminan Sosial Bagi Pekerja Sektor Digital
Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, melakukan pertemuan penting dengan Sekretaris Jenderal International Social Security Association (ISSA), Marcelo Abi-Ramia Caetano, di sela-sela Konferensi Perburuhan Internasional (ILC) ke-113 yang berlangsung di Jenewa, Swiss. Pertemuan bilateral ini menandai langkah proaktif Pemerintah Indonesia dalam memperkuat dan memperluas sistem jaminan sosial, khususnya menyasar pekerja di sektor digital yang mengalami pertumbuhan pesat.
Inisiatif ini selaras dengan visi pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang memberikan perhatian khusus pada perlindungan tenaga kerja di semua sektor, termasuk pekerja platform digital seperti pengemudi ojek online, kurir aplikasi, dan pekerja lepas digital. Pemerintah menyadari bahwa lanskap ketenagakerjaan telah berubah secara signifikan dengan munculnya ekonomi digital, dan sistem jaminan sosial yang ada perlu diadaptasi untuk mencakup kelompok pekerja ini.
Dalam pertemuan tersebut, Immanuel Ebenezer menyampaikan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa setiap pekerja, baik yang berada di sektor formal maupun informal, memiliki akses yang adil dan merata terhadap jaminan sosial. Kemitraan dengan ISSA dianggap krusial untuk mendorong reformasi sistem jaminan sosial di Indonesia agar lebih inklusif, adaptif, dan relevan dengan tantangan zaman. Pemerintah berharap ISSA dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pembenahan kelembagaan dan peningkatan kapasitas teknis di sektor jaminan sosial nasional.
Indonesia secara aktif mencari referensi praktik terbaik dari negara-negara lain yang memiliki kondisi serupa, terutama dalam hal cakupan perlindungan bagi pekerja platform. Asistensi teknis dari ISSA juga sangat dibutuhkan untuk mengatasi tantangan kelembagaan dan mengembangkan pedoman monitoring serta evaluasi yang efektif, sehingga pelaksanaan program jaminan sosial dapat diukur dan dioptimalkan.
ISSA, sebagai asosiasi internasional di bawah naungan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), memiliki peran penting dalam mempromosikan standar, inovasi, dan praktik terbaik di bidang perlindungan sosial. Keanggotaannya terdiri dari lembaga-lembaga jaminan sosial dari berbagai negara, menjadikannya mitra strategis bagi Indonesia dalam membangun ekosistem perlindungan sosial yang kuat dan inklusif, terutama untuk menjangkau sektor informal dan pekerja mandiri yang selama ini belum sepenuhnya terlindungi.
Fokus utama dalam kolaborasi ini adalah:
- Perluasan Cakupan Jaminan Sosial: Memastikan pekerja di sektor digital dan informal memiliki akses yang memadai ke program jaminan sosial.
- Peningkatan Kapasitas Kelembagaan: Memperkuat kelembagaan jaminan sosial agar lebih efisien dan efektif dalam memberikan pelayanan.
- Adopsi Praktik Terbaik: Mengadopsi praktik terbaik dari negara-negara lain dalam perlindungan pekerja platform.
- Pengembangan Sistem Monitoring dan Evaluasi: Membangun sistem monitoring dan evaluasi yang terukur untuk memastikan program jaminan sosial berjalan sesuai rencana.
Dengan menggandeng ISSA, Indonesia menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan sistem jaminan sosial yang inklusif dan adaptif, serta mampu melindungi seluruh pekerja di era digital ini.