Stadion Si Jalak Harupat Dipastikan Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2025, GBLA Dicoret Akibat Kerusakan Rumput
Piala Presiden 2025 dipastikan tidak akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Kepastian ini didapat setelah Steering Committee (SC) Piala Presiden 2025, Maruarar Sirait, melakukan inspeksi mendadak ke stadion yang menjadi kandang Persib Bandung tersebut.
Kunjungan Maruarar, yang akrab disapa Ara, dilakukan pada Rabu (4/6/2025) dan didampingi oleh sejumlah tokoh penting. Di antaranya adalah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, serta jajaran petinggi Persib, termasuk presiden klub, Glenn Sugita. Inspeksi ini dilakukan untuk mengevaluasi kelayakan GBLA sebagai salah satu venue Piala Presiden 2025, turnamen yang rencananya akan mengundang klub-klub dari luar negeri, seperti Oxford United (Inggris) dan Port FC (Thailand).
Namun, hasil inspeksi menunjukkan kondisi yang kurang menggembirakan. Lapangan GBLA mengalami kerusakan yang cukup parah pasca perayaan juara Liga 1 2024-2025 oleh suporter Persib beberapa waktu lalu. Beberapa area lapangan terlihat gundul dan menguning, meskipun beberapa petugas telah berupaya melakukan perbaikan.
Setelah melakukan peninjauan dan berdiskusi dengan pihak yang bertanggung jawab atas perbaikan rumput stadion, Ara mendapatkan informasi bahwa lapangan GBLA belum dapat dipastikan siap untuk menggelar turnamen sekelas Piala Presiden 2025 dalam waktu dekat. Mendengar hal tersebut, Ara langsung bergerak cepat menuju Stadion Si Jalak Harupat (SJH) yang terletak di Soreang, Kabupaten Bandung, untuk melakukan inspeksi alternatif.
Setelah meninjau SJH, Ara langsung menghubungi Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, melalui panggilan video untuk memberikan laporan terkini. Ia menjelaskan bahwa kondisi rumput GBLA tidak memungkinkan untuk digunakan dalam waktu dekat karena memerlukan waktu perbaikan yang cukup lama. Oleh karena itu, Ara menegaskan bahwa Stadion Si Jalak Harupat akan menjadi venue utama Piala Presiden 2025.
Ara sendiri mengaku terkesan dengan kondisi Stadion Si Jalak Harupat. Rumput stadion terlihat hijau dan terawat dengan baik, memenuhi standar yang ditetapkan oleh FIFA. Selain itu, pencahayaan stadion yang memadai juga menjadi nilai tambah bagi SJH, yang sebelumnya telah sukses menjadi salah satu venue Piala Dunia U-17 2023.
"Stadion GBLA belum memungkinkan, saya cek rumputnya masih perlu waktu. Kalau ini (SJH) sudah tumbuh, ini sudah bagus sekali. Lampunya juga ini sudah bagus sekali," ujar Ara.
Stadion Si Jalak Harupat bukan tempat yang asing bagi Persib Bandung. Pada edisi Piala Presiden 2024, stadion ini juga digunakan sebagai kandang Persib dalam beberapa pertandingan. Selain itu, SJH juga pernah menjadi venue pertandingan Persib melawan klub-klub luar negeri di ajang AFC Champions League Two (ACL 2) 2024-2025, menjamu tim-tim seperti Port FC (Thailand), Zhejiang FC (China), dan Lion City Sailors (Singapura).
Berikut adalah beberapa keunggulan Stadion Si Jalak Harupat yang membuatnya dipilih sebagai venue Piala Presiden 2025:
- Rumput stadion yang berkualitas dan memenuhi standar FIFA.
- Pencahayaan stadion yang memadai.
- Kapasitas stadion yang cukup besar, mencapai sekitar 27 ribu kursi penonton.
- Lokasi yang strategis di Soreang, Kabupaten Bandung.
- Pengalaman sebagai venue pertandingan internasional, termasuk Piala Dunia U-17 2023 dan AFC Champions League Two.
Dengan dipilihnya Stadion Si Jalak Harupat sebagai venue Piala Presiden 2025, diharapkan turnamen ini dapat berjalan sukses dan memberikan hiburan berkualitas bagi para pecinta sepak bola di Indonesia.