Sekda Jawa Barat Ungkap Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi: Cepat Bertindak, Taat Aturan

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, memberikan pandangan mengenai gaya kepemimpinan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Melalui sebuah wawancara, Herman menjelaskan bagaimana Dedi Mulyadi, meskipun dikenal dengan gerak cepatnya di lapangan, tetap memprioritaskan regulasi dan prosedur birokrasi yang berlaku.

Menurut Herman, Dedi Mulyadi selalu melakukan pengecekan dan koordinasi dengan jajaran pemerintahannya sebelum mengambil keputusan penting. Hal ini memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil didasarkan pada kajian yang mendalam dan proses birokrasi yang terstruktur. "Pak Gubernur itu sangat respect dengan regulasi dan administrasi," ujar Herman, seperti dikutip dari kanal YouTube Helmi Yahya. "Beliau selalu cek ke kami dan jajaran dulu sebelum mengambil keputusan. Di balik layar, semua keputusan itu berbasis kajian dan proses birokrasi yang cepat."

Herman menjelaskan bahwa kecepatan dalam formulasi kebijakan di era Dedi Mulyadi bukan berarti menghilangkan aturan, melainkan mempercepat prosesnya dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi masalah, penetapan agenda, hingga perumusan solusi dilakukan secara lebih efisien.

  • Biasanya formulasi kebijakan perlu beberapa kali rapat, bisa sampai sembilan kali.
  • Tapi dengan Pak Gubernur, cukup satu kali karena beliau hadir langsung di tengah masyarakat. Identifikasi masalah, agenda setting, sampai solusi dilakukan di tempat.

Contoh konkret yang disebutkan Herman adalah program pengiriman siswa SMA/SMK ke barak militer. Program ini, menurutnya, telah melalui proses perencanaan dan kajian yang komprehensif, mencakup standar kurikulum, pelatihan, pembinaan, sarana prasarana, hingga pembiayaan. "Orang lihatnya spontan, padahal kami siapkan semuanya. Dari standar kurikulum, pelatih, pembina, sarana prasarana, hingga biaya. Semua dilakukan cepat, tapi by design," tegasnya.

Herman juga menyoroti bahwa seluruh tindakan Dedi Mulyadi selalu diarahkan untuk mencapai visi "Jawa Barat Istimewa 2029", yang telah diterjemahkan ke dalam empat misi strategis dan berbagai program prioritas. "Beliau memang berpikir cepat, tapi semuanya dalam kerangka pencapaian visi. Tidak ada aturan yang dilanggar," pungkasnya.

Dengan demikian, Herman Suryatman ingin meluruskan persepsi bahwa kecepatan dan ketegasan Dedi Mulyadi dalam bertindak mengabaikan aturan. Justru sebaliknya, setiap kebijakan yang diambil selalu didasarkan pada regulasi yang berlaku dan proses birokrasi yang matang, dengan tujuan akhir mewujudkan visi Jawa Barat yang lebih baik.