Mentan Geram: Mafia Pangan Manipulasi Data Beras Cipinang, Negara Tak Boleh Kalah!

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menunjukkan ketegasannya dalam menghadapi dugaan manipulasi data beras yang terjadi di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta. Ia menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dari praktik-praktik mafia pangan yang merugikan petani dan konsumen.

Temuan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Mabes Polri mengindikasikan adanya rekayasa data stok beras di PIBC. Hal ini memicu kekhawatiran akan dampak negatifnya terhadap stabilitas harga dan ketersediaan beras di pasaran. Mentan Amran menyatakan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Satgas Pangan Polri akan terus mendalami indikasi permainan besar yang terjadi di balik fluktuasi harga dan distribusi pangan di PIBC.

"Harga beras di tingkat petani penggilingan turun, sesuai data BPS. Tapi harga di konsumen naik. Artinya, ada indikasi ketidakberesan," ungkap Mentan Amran, menyoroti adanya disparitas harga yang mencurigakan antara tingkat petani dan konsumen.

Satgas Pangan menemukan sejumlah kejanggalan dalam data stok beras di PIBC. Data pengeluaran beras yang tercatat pada panel informasi stok beras PIBC tidak sesuai dengan data riil yang terverifikasi di lapangan. Selain itu, stok beras yang dilaporkan juga tidak didasarkan pada pengamatan aktual di lapangan, melainkan hanya berdasarkan laporan pengelola toko atau data kiriman.

Berikut beberapa poin penting terkait temuan Satgas Pangan:

  • Manipulasi Data Stok: Data pengeluaran beras yang ditayangkan pada panel informasi stok beras PIBC tidak sesuai dengan data riil yang terverifikasi.
  • Tidak Ada SOP Stock Opname: Tidak terdapat Standar Operasional Prosedur (SOP) resmi untuk pelaksanaan stock opname di lingkungan PIBC.
  • Perbedaan Data dengan Kondisi Lapangan: Pengecekan langsung ke beberapa toko besar di PIBC menunjukkan bahwa pasokan beras stabil dan kenaikan harga masih dalam batas kewajaran.
  • Potensi Percaloan dan Monopoli: Satgas Pangan juga mengendus adanya praktik percaloan dan monopoli yang berpotensi menekan pasar dan mempengaruhi psikologis masyarakat.

Satgas Pangan terus melakukan investigasi mendalam terhadap struktur data dan alur distribusi beras di bawah pengelolaan Food Station Tjipinang Jaya. Mereka menegaskan komitmennya untuk terus mengawasi pergerakan harga dan pasokan beras, serta siap mengambil langkah hukum tegas apabila ditemukan bukti manipulasi yang merugikan negara dan rakyat. Pemerintah bertekad untuk memberantas praktik-praktik mafia pangan yang merugikan semua pihak dan memastikan ketersediaan serta stabilitas harga beras bagi masyarakat.