Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis di Kotawaringin Timur, Pelaksanaan Ditunda Sementara
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menunda sementara pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat. Penundaan ini dilakukan sehubungan dengan adanya evaluasi menyeluruh yang dilakukan oleh pemerintah pusat terhadap implementasi program tersebut di wilayah Kotim.
Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, menjelaskan bahwa penundaan ini bertujuan untuk memastikan efektivitas dan optimalisasi program MBG. Menurutnya, evaluasi ini penting untuk mengidentifikasi potensi kendala dan mencari solusi terbaik agar program dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Ia menduga salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam evaluasi adalah terkait dengan ketersediaan dan kualitas bahan pangan lokal yang digunakan dalam program.
"Kami menunggu arahan dari pemerintah pusat. Mungkin ada aspek-aspek yang perlu dievaluasi lebih lanjut, seperti produksi pangan lokal yang belum maksimal. Setelah evaluasi selesai, program ini akan segera dilanjutkan," ujar Halikinnor di Sampit, Kamis (5/6/2025).
Halikinnor menambahkan, evaluasi berkala merupakan bagian penting dari pelaksanaan program-program nasional berskala besar seperti MBG. Evaluasi ini memungkinkan identifikasi dini terhadap kelemahan dan area yang memerlukan perbaikan. Badan Gizi Nasional (BGN), sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan program, saat ini tengah berkoordinasi intensif dengan pemerintah pusat.
"BGN sedang berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Kami optimistis program ini akan kembali berjalan di Kotim setelah proses evaluasi selesai," tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Kotim menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh kelanjutan program MBG setelah mendapatkan lampu hijau dari pemerintah pusat. Halikinnor menekankan komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan generasi muda yang sehat dan berkualitas melalui program-program yang mendukung gizi dan kesehatan.
"Ini adalah bagian dari upaya bersama untuk menciptakan generasi yang sehat sejak dini. Kami siap jika program ini kembali diluncurkan," pungkasnya.
- Evaluasi Program: Penundaan ini memberikan kesempatan untuk meninjau dan meningkatkan efektivitas program.
- Koordinasi Pusat dan Daerah: BGN dan pemerintah pusat bekerja sama dengan Pemkab Kotim.
- Komitmen Daerah: Pemkab Kotim siap mendukung kelanjutan program setelah evaluasi.