Polri Optimistis Swasembada Jagung Nasional Melalui Program Penanaman Skala Besar

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) semakin gencar dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional melalui program penanaman jagung berskala besar. Target ambisius ditetapkan, yaitu menanami 1 juta hektare lahan dengan tanaman jagung dan menghasilkan panen sebanyak 10 juta ton pada tahun 2025.

Inisiatif ini merupakan wujud komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan hal tersebut dalam acara panen raya jagung serentak kuartal II yang diselenggarakan di Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Jenderal Sigit menjelaskan bahwa Polri telah menyiapkan strategi komprehensif untuk mencapai target tersebut.

Saat ini, Polri telah mengidentifikasi 445.600 hektare lahan yang siap tanam. Selain itu, terdapat 922.700 hektare lahan perhutanan sosial yang sedang dalam proses verifikasi untuk ditanami jagung. Keterlibatan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pertanian RI, Perhutani, berbagai pemangku kepentingan terkait, dan masyarakat, menjadi kunci keberhasilan program ini. Polri optimis bahwa jika seluruh lahan perhutanan sosial tersebut dapat dimanfaatkan, target 1 juta hektare lahan akan terlampaui.

Dalam upaya meningkatkan produktivitas, Polri memberdayakan 136.563 kelompok tani di seluruh Indonesia untuk mengelola lahan yang tersedia. Upaya ini telah membuahkan hasil yang menggembirakan. Pada kuartal I, panen raya jagung mencapai 118.975 ton dari lahan seluas 16.656 hektare. Hasil panen raya pada kuartal II juga menunjukkan peningkatan signifikan, mencapai 1,78 juta hingga 2,54 juta ton.

Polri tidak hanya fokus pada penyediaan lahan dan pemberdayaan petani. Dukungan operasional juga diberikan dalam bentuk peralatan pertanian modern. Polri telah mendistribusikan 500 unit alat penguji kesuburan tanah kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), 50 unit alat pemipil jagung, 100 unit alat penguji kadar air, dan 100 unit alat pengering kapasitas 1 ton kepada kelompok tani dan koperasi di lima Polda, yaitu Polda Kalbar, Polda Jatim, Polda Sulsel, Polda NTB, dan Polda Bengkulu. Distribusi bantuan peralatan ini akan terus ditingkatkan di seluruh Indonesia.

Selain itu, Polri menjalin kerjasama strategis dengan PPL dan pihak swasta untuk memberikan pendampingan dan edukasi kepada petani dalam seluruh tahapan budidaya jagung, mulai dari pembibitan hingga perawatan. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan volume hasil panen secara signifikan.

Berikut adalah dukungan yang telah diberikan Polri:

  • 500 unit alat penguji kesuburan tanah kepada PPL
  • 50 unit alat pemipil jagung
  • 100 unit alat penguji kadar air
  • 100 unit alat pengering kapasitas 1 ton

Dengan langkah-langkah strategis ini, Polri optimis dapat mencapai target swasembada jagung nasional dan memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan Indonesia.