Yogyakarta Antisipasi Limbah Kurban: Warga Diimbau Bawa Wadah Sendiri dan Damkar Siaga
Menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kota Yogyakarta mengambil langkah proaktif dalam pengelolaan limbah kurban dan distribusi daging. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengimbau seluruh warga untuk membawa wadah sendiri saat mengambil daging kurban. Inisiatif ini bertujuan untuk meminimalisir penggunaan plastik dan bahan anorganik lainnya yang berpotensi mencemari lingkungan. Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong penggunaan alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti daun atau plastik organik, sebagai pembungkus daging kurban.
Selain imbauan penggunaan wadah ramah lingkungan, Pemerintah Kota Yogyakarta juga menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk mengatasi potensi masalah penyumbatan saluran limbah akibat kotoran hewan kurban. Antisipasi ini dilakukan mengingat limbah penyembelihan tidak boleh dibuang sembarangan ke saluran air hujan, melainkan harus dialirkan ke saluran limbah. Pemadam Kebakaran akan membantu melakukan penyemprotan (flushing) jika terjadi penyumbatan pada saluran limbah, memastikan aliran tetap lancar.
Dalam rangka merayakan Idul Adha, Pemerintah Kota Yogyakarta turut berkurban satu ekor sapi seberat 800 kilogram yang berasal dari Kabupaten Gunungkidul. Sapi tersebut akan disalurkan ke panti asuhan di daerah Giwangan. Selain itu, bantuan hewan kurban dari pemerintah provinsi dan presiden, dengan berat mencapai 900 kilogram, akan didistribusikan kepada para penggerobak di Yogyakarta. Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan setiap penggerobak menerima 1,5 kilogram daging kurban, dengan komposisi 1 kilogram daging dan sisanya berupa bagian lain dari hewan kurban.
Untuk menghindari kerumunan dan antrean panjang, pendistribusian daging kurban kepada penggerobak akan dilakukan melalui kelurahan masing-masing. Sistem pendistribusian ini menggunakan data nama penerima (by name) untuk memastikan penyaluran tepat sasaran. Selain penggerobak, daging kurban juga akan disalurkan kepada masyarakat umum, masjid, dan panti asuhan yang membutuhkan.
Sementara itu, Masjid Gedhe Kauman sebagai salah satu pusat kegiatan Idul Adha di Yogyakarta, telah menyiapkan tiga lokasi penyembelihan hewan kurban. Ketua Panitia Kurban Masjid Gedhe Kauman, Bagus Ahmad Wildani, menjelaskan bahwa Masjid Gedhe Kauman akan menyembelih 11 sapi dan kambing. Lokasi penyembelihan lainnya berada di dekat makam KH Dahlan dengan total 6 sapi dan 29 kambing, serta di sisi timur masjid dengan 4 sapi dan 4 kambing. Persiapan matang ini menunjukkan komitmen masyarakat Yogyakarta dalam merayakan Idul Adha dengan tetap memperhatikan kebersihan lingkungan dan kelancaran proses penyembelihan serta pendistribusian daging kurban.