Demam Garuda: Ikat Kepala Merah Putih Jadi Primadona di Area GBK Jelang Laga Indonesia Kontra China
Euforia menyambut pertandingan krusial antara Tim Nasional Indonesia dan China di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada Kamis (5/6/2025) terasa semakin membara. Di sepanjang area FX Sudirman, denyut nadi dukungan mengalir deras seiring dengan kehadiran para pedagang yang menawarkan berbagai atribut kebanggaan.
Dani, seorang pedagang asal Bandung, menjadi salah satu yang turut meramaikan suasana. Dengan lapak sederhana yang tertata di depan Pintu 5 GBK, ia menjajakan beragam merchandise Timnas Indonesia, mulai dari jersey, syal, hingga ikat kepala. Dani mengaku sengaja datang jauh-jauh dari Bandung demi menyemarakkan dukungan bagi Timnas Garuda.
"Kami dari Bandung, sengaja datang untuk jualan jersey dan merchandise Timnas," ungkap Dani.
Lapak Dani menawarkan beragam pilihan bagi para suporter yang ingin menunjukkan dukungan mereka. Syal dengan berbagai desain, jersey dengan warna kebanggaan merah putih, dan ikat kepala bertuliskan "INDONESIA" menjadi daya tarik utama.
Meski keramaian sudah terasa, Dani mengakui bahwa penjualan belum mencapai puncak. Ia menduga, banyak suporter yang masih menunggu mendekati waktu kick-off untuk berbelanja. Namun, ada satu item yang tampaknya menjadi favorit, yaitu ikat kepala.
"Belum begitu banyak hari ini, paling ikat kepala yang laris," katanya.
Ikat kepala dengan harga terjangkau, Rp 10.000 per buah, menjadi pilihan praktis bagi para suporter untuk menunjukkan identitas mereka. Sementara itu, syal ditawarkan dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 150.000, tergantung pada bahan dan desain. Jersey Timnas Indonesia sendiri dijual mulai dari Rp 150.000.
Senada dengan Dani, Indra, pedagang asal Cikarang, juga merasakan antusiasme yang tinggi terhadap ikat kepala. Ia bahkan mengaku sudah menjual setengah dus ikat kepala pada siang hari.
"Orang-orang lebih beli yang murah dulu, paling ikat kepala. Tadi siang sudah habis setengah dus," kata Indra.
Indra menambahkan, banyak suporter yang memilih untuk menunda pembelian jersey hingga mendekati waktu pertandingan. Mereka seolah ingin merasakan atmosfer pertandingan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli atribut yang lebih mahal.
Fenomena ini menunjukkan bahwa semangat dukungan terhadap Timnas Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui pembelian jersey atau syal, tetapi juga melalui aksesori sederhana seperti ikat kepala. Ikat kepala menjadi simbol kebersamaan dan identitas bagi para suporter yang memadati GBK untuk memberikan dukungan kepada Timnas Garuda.