PKS Akan Bertemu Prabowo, Bawa Serta Jajaran Pengurus Baru Periode 2025-2030

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berencana untuk menghadap Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat. Presiden PKS, Al Muzzammil Yusuf, menyatakan bahwa pertemuan ini akan melibatkan seluruh jajaran pengurus PKS periode 2025-2030 yang baru saja terpilih.

Menurut Al Muzzammil, momentum ini dianggap tepat setelah rampungnya pemilihan Ketua Majelis Syuro dan susunan pengurus PKS yang baru. Pertemuan dengan Presiden Prabowo ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara PKS dan pemerintah, serta membahas berbagai isu strategis demi kemajuan bangsa.

"Dengan selesainya pemilihan Majelis Syuro, Insya Allah kami akan berdialog dengan Presiden Prabowo Subianto, dengan tetap menghormati beliau dan menyesuaikan dengan waktu yang tersedia di tengah kesibukan beliau," ujar Al Muzzammil di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan.

Meski belum memberikan tanggal pasti, Al Muzzammil memastikan bahwa PKS sebagai bagian dari koalisi pendukung pemerintah memiliki agenda rutin untuk bertemu dengan Presiden Prabowo. Jadwal pertemuan ini akan segera diumumkan kepada publik.

Al Muzzammil juga menegaskan kembali dukungan penuh PKS terhadap pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dukungan ini tercermin dari solidnya suara di Majelis Syuro yang mendukung penuh koalisi.

PKS berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam menyukseskan program-program pemerintah. Keberhasilan pemerintahan Prabowo dianggap sebagai kebahagiaan bagi seluruh rakyat Indonesia, dan PKS ingin menjadi bagian dari kesuksesan tersebut.

"Tentu kami ikut berbahagia karena kami berada di dalamnya. Oleh karena itu, sebagai mitra koalisi, kami akan berupaya bagaimana Pak Presiden Prabowo berhasil dengan seluruh berbagai programnya,” ujarnya.

Keputusan PKS untuk bergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus yang mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan perubahan signifikan dalam peta politik Indonesia. Sebelumnya, PKS dikenal sebagai partai oposisi yang kritis terhadap pemerintah. Namun, kini PKS memilih untuk berperan aktif dalam pembangunan bangsa sebagai bagian dari koalisi pemerintah.

Sebagai bagian dari koalisi, PKS mendapatkan jatah satu kursi menteri dalam kabinet Prabowo-Gibran. Yassierli, seorang profesional, ditunjuk untuk menjabat sebagai Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), menunjukkan komitmen PKS untuk menempatkan figur yang kompeten dan profesional dalam pemerintahan.