Lampung Fokus Tingkatkan Ekonomi Desa Melalui Program Terpadu
Pemerintah Provinsi Lampung meluncurkan inisiatif strategis untuk memperkuat ekonomi pedesaan melalui program komprehensif bernama Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) "Bersama Desaku Maju Menuju Lampung Emas". Peluncuran yang diresmikan pada 3 Juni 2025 ini, merupakan realisasi visi Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan mandiri di seluruh wilayah Lampung.
Program PHTC ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pembangunan yang dimulai dari desa. Program ini dirancang dengan pendekatan multidimensi, mencakup lima pilar utama yang saling terintegrasi untuk menciptakan ekosistem ekonomi desa yang dinamis.
Lima Pilar Utama Program PHTC:
- Infrastruktur Desa: Program ini berfokus pada peningkatan infrastruktur dasar di desa-desa, termasuk perbaikan jalan, jembatan, dan fasilitas publik lainnya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah desa, mempermudah aksesibilitas bagi masyarakat, dan mendukung kelancaran aktivitas ekonomi lokal.
- Optimalisasi BUMDes: BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) akan dioptimalkan sebagai mesin penggerak ekonomi desa. Program ini akan memberikan pendampingan, pelatihan, dan dukungan modal kepada BUMDes agar dapat mengembangkan usaha yang produktif dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.
- Hibah Alat Pertanian (Bed Dryer): Untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil panen, pemerintah provinsi akan memberikan hibah alat pertanian berupa bed dryer kepada kelompok tani atau koperasi di desa-desa. Alat ini akan membantu petani mempercepat proses pengeringan hasil panen, mengurangi risiko kerusakan, dan meningkatkan nilai jual produk pertanian.
- Hibah Pupuk Organik Cair (POC): Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen mendukung pertanian berkelanjutan dengan memberikan hibah Pupuk Organik Cair (POC) kepada petani. POC diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan pertanian secara ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, dan menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat dan berkualitas.
- Pelatihan Vokasi (GERCEP): Melalui Gerakan Cipta Ekonomi Produktif (GERCEP), pemerintah provinsi akan menyelenggarakan pelatihan vokasi bagi masyarakat desa, khususnya generasi muda dan mereka yang belum memiliki keterampilan kerja yang memadai. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan potensi ekonomi lokal, sehingga mereka dapat menciptakan lapangan kerja sendiri atau bekerja di sektor industri yang berkembang di desa.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan kembali komitmennya untuk memberdayakan desa sebagai fondasi utama perekonomian Lampung. Beliau menyatakan bahwa desa-desa di Lampung memiliki potensi sumber daya yang sangat besar, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Melalui program PHTC, pemerintah provinsi berupaya untuk membuka potensi tersebut, meningkatkan produktivitas masyarakat desa, dan menciptakan lapangan kerja baru.
Program pelatihan vokasi GERCEP akan menggunakan pendekatan Mobile Training Unit (MTU) yang memungkinkan pelatihan dilakukan langsung di lokasi desa, sehingga lebih mudah diakses dan inklusif. Pelatihan ini akan berlangsung dari Juni hingga November 2025, dengan fokus pada enam kejuruan yang sesuai dengan potensi lokal, terutama di bidang pertanian dan kewirausahaan. Targetnya adalah menyelenggarakan 60 kelas pelatihan vokasi dengan kapasitas 16 peserta per kelas, menjangkau total 960 warga desa di seluruh kabupaten di Lampung.
Para peserta pelatihan akan dibekali dengan keterampilan praktis yang dibutuhkan untuk mengoperasikan dan merawat mesin bed dryer, mengelola hibah POC, bekerja di UMKM lokal, serta membangun usaha baru yang dapat menciptakan lapangan kerja di desa. Selain keterampilan teknis, mereka juga akan dilatih untuk berpikir inovatif melalui pendekatan Design Thinking dan strategi kewirausahaan. Para peserta juga berkesempatan memperoleh sertifikasi profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang akan meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal berharap bahwa melalui program PHTC, pembangunan di Lampung tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga merata di seluruh desa. Ia meyakini bahwa dengan memberdayakan masyarakat desa, Lampung dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.