Harmoni di Padukuhan Tumpak: Umat Katolik Ulurkan Tangan dalam Semangat Idul Adha

Di tengah semarak perayaan Idul Adha, sebuah kisah toleransi dan gotong royong terukir indah di Padukuhan Tumpak, Kalurahan Ngawur, Playen, Gunungkidul. Selepas kumandang takbir dan pelaksanaan shalat Id, Jumat (6/6/2025), suasana di padukuhan ini justru semakin hangat dengan kehadiran sejumlah warga yang berbeda keyakinan.

Warga Katolik Padukuhan Tumpak, dengan penuh sukacita, turut serta dalam proses penyembelihan hewan kurban. R. Hardono, salah seorang warga Katolik, terlihat sibuk membantu memotong dan mencacah daging kurban bersama warga lainnya. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai wujud nyata kebersamaan dan persaudaraan yang telah lama terjalin di padukuhan ini.

"Di sini sudah menjadi tradisi, kami saling membantu tanpa memandang perbedaan agama," ungkap Dono, sapaan akrab R. Hardono, di sela-sela kesibukannya. Menurutnya, semangat gotong royong dan toleransi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Padukuhan Tumpak.

Kegiatan penyembelihan hewan kurban ini melibatkan seluruh warga, baik pria maupun wanita. Para pria bertugas menyembelih dan memotong daging menjadi bagian-bagian besar, sementara ibu-ibu dengan cekatan mencacah daging menjadi ukuran yang lebih kecil sebelum didistribusikan kepada warga yang membutuhkan. Semua bekerja sama dengan penuh semangat dan keikhlasan.

Suroto, Ketua RT 24, mengungkapkan bahwa keberadaan umat Nasrani di Padukuhan Tumpak justru menjadi kekuatan tersendiri dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama. Bahkan, saat malam takbiran, mereka turut serta dalam menjaga keamanan lingkungan.

"Slogan kami adalah guyup rukun saklawase (bersatu selamanya). Kami tidak pernah membeda-bedakan agama," tegas Suroto. Ia menambahkan, pada Idul Adha tahun ini, RT 24 menyembelih dua ekor sapi. Di seluruh Padukuhan Tumpak, terdapat tiga lokasi penyembelihan hewan kurban.

Kisah dari Padukuhan Tumpak ini menjadi contoh inspiratif tentang bagaimana perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk hidup berdampingan secara harmonis. Semangat toleransi dan gotong royong yang telah lama berakar di masyarakat ini diharapkan dapat terus terjaga dan menjadi teladan bagi daerah lain di Indonesia.

Daftar Kegiatan dalam Semangat Idul Adha:

  • Gotong royong membantu penyembelihan hewan kurban.
  • Pencacahan daging kurban oleh ibu-ibu.
  • Penjagaan keamanan lingkungan saat malam takbiran.
  • Pembagian daging kurban kepada yang membutuhkan.