Dari Cibiran Aroma Domba Hingga Langganan Pejabat Negara: Kisah Sukses Peternak Muda Bandung
Di balik kesuksesan seorang peternak muda bernama Vandri Dwitama, tersembunyi sebuah perjalanan inspiratif yang bermula dari cibiran dan ejekan. Siapa sangka, pemuda asal Cilengkrang, Kabupaten Bandung ini, kini justru menjadi pemasok hewan kurban langganan para pejabat negara, bahkan hingga Presiden Republik Indonesia.
Kisah Vandri bermula dari keisengan memelihara domba di usia 18 tahun. Di tengah keluarga yang berlatar belakang perbankan, ia memilih jalan yang berbeda. Sempat berkecimpung di sektor keuangan selama tujuh tahun, Vandri akhirnya memutuskan untuk berhenti dan fokus sepenuhnya pada dunia peternakan. Keputusan ini tentu saja tidak disambut dengan mudah. Ejekan dan cibiran kerap menghampirinya, terutama karena aroma khas peternakan yang melekat pada dirinya.
"Dulu saya diledek bau domba," kenang Vandri, "Sekarang, Alhamdulillah, dari bau domba itu bisa bantu banyak orang dan dipercaya pejabat negara."
Namun, Vandri tidak menyerah. Dengan modal awal delapan ekor domba dan tiga ekor sapi pada tahun 2010, ia memulai usahanya dari nol. Ia menjual hewan ternaknya di pinggir jalan saat momen Idul Adha tiba. Kegigihan dan kerja kerasnya membuahkan hasil. Usaha kecilnya terus berkembang hingga kini memiliki 126 sapi dan 180 domba.
Rahasia kesuksesan Vandri terletak pada pendekatannya yang intensif dan penuh kasih sayang terhadap hewan ternaknya. Ia memperlakukan sapi dan dombanya layaknya anak sendiri. Sapi-sapinya diajak berjalan-jalan, diberi vitamin, dan bahkan diterapi dengan tanah untuk mengurangi stres. Domba-dombanya pun dilatih berenang untuk meningkatkan kekuatan otot dan pernapasan.
"Kita rawat dengan rasa," ungkap Vandri.
Dedikasi Vandri terhadap kualitas ternaknya membuahkan prestasi yang membanggakan. Ia berhasil meraih juara 2 nasional dalam kontes sapi tahun 2024 yang diselenggarakan oleh MPR RI di Kemayoran. Dua sapi terbaiknya laku dengan harga fantastis, masing-masing Rp250 juta dan Rp200 juta. Selain itu, pada tahun 2023, ia juga memborong enam gelar sekaligus dalam ajang Piala Presiden kategori domba.
Kini, pasar ternak Vandri tidak hanya terbatas di Bandung dan sekitarnya, tetapi telah menjangkau kota-kota besar hingga luar Pulau Jawa. Selain Presiden Prabowo Subianto, Jaksa Agung ST Burhanuddin juga menjadi pelanggannya. Banyak selebritas dan pejabat lokal yang mempercayakan kebutuhan hewan kurban mereka kepada peternakan Vandri.
Vandri menjamin kualitas daging yang dihasilkan dari peternakannya. Ia memastikan bahwa dagingnya tidak mengandung lemak berlebih, memiliki tekstur yang bagus, dan lembut. Domba-dombanya bahkan pernah digunakan oleh Rumah Makan Kambing Kairo.
Kisah Vandri Dwitama adalah bukti bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan inovasi, siapa pun bisa meraih kesuksesan, bahkan di bidang yang dianggap sebelah mata. Ia berharap kisahnya dapat menginspirasi generasi muda untuk tidak malu memilih jalur peternakan.
"Jangan malu jadi peternak," pesannya. "Dunia ternak ini penuh tantangan dan menjanjikan. Jangan hanya cari kerja, tapi ciptakan lapangan kerja."
Berikut adalah beberapa poin penting dari kisah inspiratif Vandri Dwitama:
- Awal yang Sulit: Vandri memulai usahanya dari nol dengan modal terbatas dan cibiran dari orang-orang sekitar.
- Pendekatan Intensif: Ia memperlakukan hewan ternaknya dengan penuh kasih sayang dan perhatian.
- Kualitas Terjamin: Vandri selalu menjaga kualitas daging yang dihasilkan dari peternakannya.
- Prestasi Membanggakan: Ia berhasil meraih berbagai prestasi di tingkat nasional.
- Inspirasi Generasi Muda: Vandri berharap kisahnya dapat menginspirasi generasi muda untuk terjun ke dunia peternakan.
Dengan omzet miliaran rupiah per tahun, Vandri membuktikan bahwa peternakan bukan hanya sekadar pekerjaan, tetapi juga ladang amal, rezeki, dan kebermanfaatan.