Kemitraan Strategis Polri Dongkrak Produktivitas Petani Jagung di Bengkayang
Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, kini menjadi sorotan berkat keberhasilan para petani jagung yang merasakan dampak positif dari sinergi erat dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Sukarni (48), seorang petani dari Dusun Jawa, Desa Lembang, mengungkapkan bagaimana kolaborasi ini telah meringankan beban mereka dan meningkatkan hasil panen secara signifikan.
Sukarni, yang tergabung dalam Koperasi Teguh Sejahtera Bengkayang, menggarap lahan di area Lanud Harry Hadisoemantri. Ia menuturkan bahwa bantuan dari Polri, khususnya Kompol Medianto, Kabaglog Polres Bengkayang, sangat membantu dalam mengoptimalkan produksi jagung. Panen raya jagung yang baru saja dilaksanakan menjadi bukti nyata keberhasilan kemitraan ini.
Dampak Positif Koperasi dan Keterlibatan Polri
Sebelumnya, para petani seringkali kesulitan akibat praktik tengkulak yang membatasi keleluasaan mereka dalam menentukan harga jual. Modal yang dikeluarkan petani untuk pengadaan alat pertanian dan perawatan lahan seringkali tidak sebanding dengan keuntungan yang diperoleh. Namun, dengan hadirnya koperasi yang didukung oleh Polres Bengkayang dan Polda Kalbar, para petani kini merasa lebih terbantu.
Kehadiran akademisi seperti Profesor Ali Zum Mashar, yang ditugaskan oleh Polda Kalbar, juga memberikan dampak positif. Pengetahuan petani mengenai pengolahan lahan semakin meningkat, sehingga mereka dapat memaksimalkan hasil panen. Sukarni mencontohkan, berkat bimbingan dan bantuan pupuk, hasil panen jagung meningkat pesat.
Harapan Petani untuk Sinergi Berkelanjutan
Sukarni berharap kolaborasi antara Polri, TNI, dan masyarakat, khususnya petani, dapat terus berlanjut. Dengan sinergi yang baik, diharapkan harga jagung dapat stabil dan kesejahteraan petani meningkat.
"Kami berharap ke depannya ada kolaborasi yang lebih erat dengan pihak kepolisian dan petani. Dengan kerja sama yang baik, kami berharap harga jagung dapat stabil berkat adanya koperasi dan bantuan dari kepolisian," ujar Sukarni.
Apresiasi Presiden dan Kapolri
Keberhasilan petani jagung di Bengkayang ini juga mendapat apresiasi dari Presiden Prabowo Subianto, yang sempat menghadiri panen raya jagung serentak kuartal II di Bengkayang. Presiden Prabowo merasa bangga dapat melanjutkan produksi pangan dengan panen raya jagung yang diinisiasi oleh Polri.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menyampaikan capaian panen raya jagung kuartal II yang mencapai 2,54 juta ton. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras para petani dan dukungan penuh dari Polri dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Berikut adalah poin penting yang menunjukan dukungan polri:
- Bantuan operasional: Polri memberikan bantuan sarana dan prasarana pertanian, seperti bibit unggul, pupuk, dan alat pertanian modern.
- Pendampingan teknis: Polri menggandeng ahli pertanian untuk memberikan pelatihan dan pendampingan teknis kepada petani, sehingga mereka dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam bercocok tanam.
- Pengamanan: Polri membantu mengamankan lahan pertanian dari gangguan hama dan penyakit, serta mencegah praktik penyelewengan pupuk bersubsidi.
- Pemasaran: Polri membantu petani dalam memasarkan hasil panen mereka, sehingga mereka dapat memperoleh harga yang lebih baik.
Dampak Positif Kemitraan
Kemitraan antara Polri dan petani jagung di Bengkayang telah memberikan dampak positif yang signifikan, di antaranya:
- Peningkatan produksi jagung
- Peningkatan pendapatan petani
- Peningkatan kesejahteraan petani
- Terciptanya stabilitas harga jagung
- Terwujudnya ketahanan pangan nasional