Banjir Bandang Probolinggo Tewaskan Satu Warga, Ratusan Keluarga Terdampak
Banjir Bandang Probolinggo Tewaskan Satu Warga, Ratusan Keluarga Terdampak
Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dilanda bencana banjir bandang pada Senin, 10 Maret 2025, yang mengakibatkan satu korban jiwa dan ratusan keluarga terdampak. Abd Halil (59), seorang petani asal Desa Brani Kulon, Kecamatan Maron, ditemukan meninggal dunia di sawahnya yang terendam banjir saat hendak mengecek kondisi tanamannya menjelang waktu berbuka puasa. Kehilangan Halil menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga setempat. Kejadian ini menjadi sorotan mengingat peristiwa ini terjadi saat bulan Ramadan. Keluarga yang cemas karena Halil tak kunjung pulang setelah magrib, akhirnya melapor kepada warga dan melakukan pencarian bersama-sama. Jenazah Halil ditemukan di tengah genangan banjir yang cukup tinggi dan evakuasinya sempat viral di media sosial.
Kapolsek Maron, AKP Agus Supriyanto, menjelaskan bahwa berdasarkan kesaksian warga dan riwayat kesehatan korban, Halil diduga meninggal dunia akibat serangan penyakit ayan. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hingga malam hari menyebabkan Sungai Rondoningo meluap dan mengakibatkan banjir di tiga kecamatan: Krejengan, Pajarakan, dan Maron. Ketinggian air di beberapa titik mencapai lebih dari satu meter, merendam rumah-rumah warga, fasilitas umum, dan lahan pertanian. Camat Krejengan, Bambang Heriwahjudi, membenarkan bahwa banjir disebabkan oleh luapan Sungai Rondoningo akibat intensitas hujan yang sangat tinggi.
Dampak terparah terlihat di Kecamatan Krejengan, yang meliputi beberapa desa seperti Opo-opo, Jatiurip, Patemon, Kamalkuning, Tanjung Sari, dan Krejengan. Di Kecamatan Pajarakan, banjir menggenangi Desa Ketompen, Desa Selogudig Wetan, dan Desa Selogudig Kulon. Sementara di Kecamatan Maron, banjir terkonsentrasi di Desa Brani Wetan, tempat Halil ditemukan meninggal. Tidak hanya merendam pemukiman warga, banjir juga mengakibatkan sejumlah fasilitas umum seperti Kantor Polsek Krejengan, pondok pesantren, dan musala terendam. Kondisi ini bahkan membuat beberapa anak bermain dan berenang di air banjir yang cukup tinggi, menggambarkan tingkat keparahan bencana ini.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, R Oemar Sjarif, menyebutkan bahwa sedikitnya 313 kepala keluarga terdampak banjir. Selain kerusakan rumah warga, banjir juga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan hewan ternak. Warga setempat melakukan evakuasi terbatas, setidaknya menyelamatkan satu ekor kambing. Saat ini, BPBD masih melakukan pendataan untuk memperkirakan total kerugian akibat bencana banjir bandang tersebut. Upaya pemulihan dan bantuan bagi warga terdampak terus dilakukan oleh pemerintah setempat.
Wilayah Terdampak Banjir:
- Kecamatan Krejengan: Desa Opo-opo, Desa Jatiurip, Desa Patemon, Desa Kamalkuning, Desa Tanjung Sari, Desa Krejengan.
- Kecamatan Pajarakan: Desa Ketompen, Desa Selogudig Wetan, Desa Selogudig Kulon.
- Kecamatan Maron: Desa Brani Wetan.
Bencana ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama di daerah rawan banjir. Perbaikan infrastruktur, sistem peringatan dini, dan edukasi masyarakat mengenai mitigasi bencana sangat diperlukan untuk meminimalisir dampak kerugian di masa mendatang.