Airlangga Hartarto: Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (I-EU CEPA) Segera Final
Negosiasi panjang antara Indonesia dan Uni Eropa mengenai Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (I-EU CEPA) menunjukkan kemajuan signifikan dan diperkirakan akan segera mencapai tahap akhir. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengumumkan perkembangan positif ini dalam sebuah konferensi pers, menandakan babak baru dalam hubungan ekonomi antara kedua belah pihak.
Dalam keterangannya, Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa perundingan telah mencapai titik krusial, di mana fokus saat ini beralih ke proses legalisasi draf kesepakatan. Proses ini melibatkan peninjauan dan persetujuan dari pihak Indonesia serta seluruh 27 negara anggota Uni Eropa. Pemerintah Indonesia optimistis bahwa tidak ada lagi hambatan berarti yang akan menghalangi penyelesaian I-EU CEPA.
Perjanjian I-EU CEPA ini berambisi untuk mendobrak hambatan perdagangan non-tarif dan menurunkan tarif bea masuk, membuka peluang pasar yang lebih luas bagi eksportir Indonesia di Eropa. Selain itu, kesepakatan ini juga mencakup peningkatan kerja sama ekonomi dan program pengembangan kapasitas untuk mendukung pertumbuhan industri dalam negeri. Fokus lain dari perundingan adalah isu-isu terkait sektor pertanian dan penghapusan hambatan teknis dalam perdagangan.
Lebih lanjut, Airlangga Hartarto menekankan bahwa kerangka kerja sama lanjutan akan berorientasi pada pertumbuhan dan perdagangan berkelanjutan, sejalan dengan komitmen terhadap Paris Agreement. Hal ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam mempromosikan praktik bisnis yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab.
Perundingan I-EU CEPA sendiri telah berlangsung sejak tahun 2016, melalui 19 putaran diskusi yang intensif. Pemerintah Indonesia dan Uni Eropa sebelumnya telah menargetkan penyelesaian negosiasi pada semester pertama tahun 2025, menunjukkan komitmen kuat dari kedua belah pihak untuk mewujudkan kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan.
Optimisme terhadap penyelesaian I-EU CEPA juga tercermin dalam pertemuan virtual antara Menko Airlangga Hartarto dan Komisioner Perdagangan Uni Eropa, Maros Sefcovic, pada awal bulan Mei. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk mempercepat proses perundingan, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip supremasi hukum.
Pilar Utama dalam Perundingan I-EU CEPA:
- Penghapusan hambatan non-tarif
- Penurunan tarif bea masuk
- Kerja sama ekonomi
- Pengembangan kapasitas
- Program pertanian
- Penghapusan hambatan teknis dalam perdagangan
- Pertumbuhan dan perdagangan berkelanjutan (sesuai Paris Agreement)