Tiongkok Intensifkan Perburuan Terhadap Kelompok Peretas yang Diduga Terkait Taiwan
Pemerintah Tiongkok mengumumkan perburuan intensif terhadap lebih dari 20 individu yang dituduh terlibat dalam serangkaian serangan siber yang menargetkan berbagai infrastruktur penting di Tiongkok. Sebagai imbalan atas informasi yang mengarah pada penangkapan mereka, pihak berwenang menawarkan hadiah dengan nilai yang tidak diungkapkan.
Menurut laporan yang dirilis oleh media pemerintah, individu-individu yang menjadi target perburuan ini diduga memiliki keterkaitan dengan pemerintah Taiwan. Sebagai bagian dari upaya perburuan, pihak berwenang Tiongkok telah mempublikasikan foto, nama lengkap, dan nomor identitas warga Taiwan yang dituduh terlibat dalam serangan siber tersebut.
Tudingan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Tiongkok dan Taiwan. Pemerintah Tiongkok menuduh Taiwan merencanakan dan melancarkan serangan siber yang menargetkan sektor-sektor vital, termasuk:
- Militer
- Kedirgantaraan
- Badan pemerintahan
- Energi
- Transportasi
- Kelautan
- Sains dan teknologi
Serangan siber ini juga disebut menyasar wilayah Hong Kong dan Makau.
Xinhua, kantor berita resmi Tiongkok, melaporkan bahwa kelompok peretas Taiwan tersebut diduga bekerja sama dengan organisasi anti-Tiongkok yang berbasis di Amerika Serikat. Kerja sama ini disebut bertujuan untuk melancarkan kampanye disinformasi dan propaganda yang bertujuan untuk memprovokasi kerusuhan dan mengganggu ketertiban umum di Tiongkok.
Pemerintah Taiwan dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Kementerian Pertahanan Taiwan menyatakan bahwa mereka tidak terlibat dalam serangan siber terhadap Tiongkok dan menuduh Tiongkok menyebarkan informasi palsu untuk mengintimidasi warga Taiwan.
Kementerian Pertahanan Taiwan juga menunjuk pada kecaman internasional terhadap aktivitas peretasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang terkait dengan pemerintah Tiongkok. Mereka berpendapat bahwa tuduhan Tiongkok terhadap Taiwan adalah upaya untuk mengalihkan perhatian dari aktivitas peretasan Tiongkok yang telah dikecam oleh Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Republik Ceko.
Seorang pejabat keamanan Taiwan yang tidak disebutkan namanya menyatakan bahwa tuduhan Tiongkok adalah "narasi palsu" yang dirancang untuk mengalihkan perhatian dari pengawasan yang semakin ketat terhadap aktivitas peretasan Tiongkok di negara-negara Eropa. Pejabat tersebut menambahkan bahwa taktik ini adalah "perilaku yang sudah lazim dari Partai Komunis Tiongkok."