Ratusan Hewan Kurban di Bantul Terinfeksi Fasciola, Sapi Bantuan Presiden Prabowo Dipastikan Aman
Menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menemukan ratusan hewan kurban terinfeksi Fasciola hepatica, atau lebih dikenal dengan cacing hati. Temuan ini didapatkan dari laporan yang masuk hingga Sabtu (7/6/2025) pukul 19.30 WIB.
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, menjelaskan bahwa dari total 23.194 ekor ternak yang diperiksa, terdiri dari 6.469 ekor sapi, 5.775 ekor kambing, dan 10.950 ekor domba, ditemukan:
- 404 ekor sapi terinfeksi cacing hati
- 33 ekor kambing terinfeksi cacing hati
- 108 ekor domba terinfeksi cacing hati
Ribuan hewan kurban tersebut tersebar di 2.152 titik penyembelihan di seluruh wilayah Bantul. Domba menjadi jenis hewan kurban yang paling banyak dipilih masyarakat pada tahun ini.
Meskipun ditemukan kasus infeksi cacing hati, Joko Waluyo menegaskan bahwa daging hewan kurban tersebut secara umum aman untuk dikonsumsi. Bagian hati yang terinfeksi cacing harus dipisahkan dan dibuang. Daging yang tidak terinfeksi tetap aman dikonsumsi setelah dimasak dengan benar.
"Daging hewan yang mengandung cacing hati tidak berbahaya, dengan catatan bagian yang terkena ini dibuang dan bagian lain yang tidak terkena bisa dikonsumsi dengan cara memasak dengan benar," jelas Joko.
Untuk memastikan keamanan hewan kurban, DKPP Bantul mengerahkan 150 petugas, baik dari internal dinas maupun dari pihak eksternal, untuk melakukan pemantauan selama proses penyembelihan.
Secara khusus, DKPP Bantul juga melakukan pemantauan terhadap sapi bantuan dari Presiden Prabowo Subianto. Dua ekor sapi Peranakan Ongole (PO) bantuan presiden diserahkan kepada takmir Masjid Al Asyhar Kwasen, Srimartani, Piyungan, dan takmir Masjid Taqwa Wonokromo I RT 002, Pleret. Selain itu, satu ekor sapi kurban dari Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, juga diserahkan kepada takmir Al Iman Demi Jati RT 002, Sriharjo, Imogiri.
"Sapi Pak Presiden aman, Mas," tegas Joko Waluyo.
Sebelumnya, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyatakan komitmen Pemerintah Kabupaten Bantul untuk terus melakukan pemantauan kesehatan hewan kurban. Melalui DKPP, pemantauan lapangan dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi berbagai penyakit hewan, seperti antraks, penyakit mulut dan kuku (PMK), dan penyakit lainnya.
"Menjelang Idul Adha setiap tahunnya, Pemerintah Kabupaten Bantul selalu mempersiapkan dengan cek lapangan, khususnya di pasar hewan dan ternak rakyat untuk menjaga kesehatan hewan ternak yang akan digunakan untuk berkurban," kata Halim.