Keretakan Hubungan: Trump Merasa Dikhianati oleh Elon Musk
Hubungan Donald Trump dan Elon Musk Memburuk Pasca Kritik RUU
Hubungan antara mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan CEO SpaceX, Elon Musk, dilaporkan mencapai titik terendah. Keduanya terlibat perseteruan di media sosial dan saling melontarkan pernyataan pedas, menandai perubahan drastis dari keakraban yang pernah terjalin.
Sumber-sumber terdekat dengan Trump mengungkapkan bahwa ia tidak hanya marah, tetapi juga merasa sangat kecewa dengan Musk. Kekecewaan ini muncul setelah Musk secara terbuka mengkritik Rancangan Undang-Undang (RUU) "One Big Beautiful Bill" yang diajukan Trump ke DPR AS pada 16 Mei 2025. RUU tersebut, yang bertujuan untuk mengubah berbagai kebijakan di sektor ekonomi, sosial, lingkungan, dan pertahanan, menuai kontroversi karena dianggap berpotensi meningkatkan defisit negara.
Akar Perseteruan dan Kekecewaan Trump
Sebelum menjabat sebagai Presiden AS ke-47, Trump dan Musk memiliki hubungan yang cukup dekat. Musk bahkan diberi posisi strategis sebagai kepala efisiensi pemerintah atau Department of Government Efficiency (DOGE) pada Januari 2025. Namun, Musk mengundurkan diri dari jabatan tersebut pada 30 Mei 2025, dan sejak saat itu, hubungan keduanya mulai merenggang.
Kritik Musk terhadap RUU "One Big Beautiful Bill" menjadi puncak dari keretakan hubungan ini. Trump, yang merasa dikhianati oleh Musk, secara terbuka menyebut Musk "gila" dan menyatakan ketidaktertarikannya untuk berbicara dengan bos Tesla tersebut.
Dampak Perseteruan dan Reaksi Keluarga Musk
Perseteruan ini bahkan berdampak pada aset pribadi Trump. Dilaporkan bahwa Trump mempertimbangkan untuk menghibahkan atau menjual mobil Tesla merah yang pernah dibelinya sebagai bentuk dukungan kepada Musk. Mobil tersebut kini diparkir di West Executive Avenue, area parkir khusus untuk staf di Kantor Eksekutif Presiden.
Ayah Elon Musk, Errol Musk, turut angkat bicara mengenai perseteruan ini. Ia mendesak putranya untuk mengakhiri konflik dengan Trump, mengingat Trump adalah tokoh yang dipilih oleh mayoritas warga AS. Namun, Trump sendiri tampaknya tidak memiliki keinginan untuk memperbaiki hubungan dengan Musk.
Masa Depan Hubungan Trump dan Musk
Dengan kedua belah pihak yang saling melontarkan pernyataan pedas dan tidak menunjukkan tanda-tanda rekonsiliasi, masa depan hubungan antara Donald Trump dan Elon Musk terlihat suram. Perseteruan ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan berbagai spekulasi mengenai dampaknya terhadap dunia politik dan bisnis di Amerika Serikat.
Rincian Konflik:
- 3 Juni 2025: Elon Musk mengkritik RUU "One Big Beautiful Bill".
- 5 Juni 2025: Trump menyebut Musk "gila" dan menyatakan ketidaktertarikannya untuk berbicara dengannya.
- Errol Musk: Mendesak Elon untuk mengakhiri perseteruan.
- Donald Trump: Tidak ingin memperbaiki hubungan dengan Elon Musk.