Kelahiran Binturong Kembar di Bandung Zoo: Harapan Baru Konservasi Satwa Terancam Punah

Bandung Zoo menyambut kelahiran dua bayi binturong ( Arctictis binturong ) pada 17 April 2025. Kelahiran ini menjadi kabar gembira bagi upaya pelestarian satwa yang dijuluki "kucing beruang" tersebut. Bayi binturong ini lahir dari indukan betina bernama Bunder dan pejantan bernama Bibi.

Ully Rangkuti, Humas Bandung Zoo, mengungkapkan bahwa kelahiran ini menambah jumlah koleksi binturong di kebun binatang tersebut menjadi 33 ekor. Lebih lanjut, Ully menyampaikan kebanggaannya atas kelahiran ini dan berharap akan memberikan harapan baru bagi konservasi binturong yang merupakan satwa dilindungi.

Binturong, seringkali disalahpahami sebagai kerabat kucing atau beruang, sebenarnya termasuk dalam keluarga Viverridae, yang berkerabat dengan musang dan linsang. Satwa ini memiliki ciri khas aroma tubuh yang unik, menyerupai popcorn atau pandan, yang dihasilkan dari kelenjar di bawah pangkal ekornya. Aroma ini berperan sebagai alat komunikasi antar individu.

Status konservasi binturong saat ini tergolong rentan (vulnerable) menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN). Populasi binturong di alam terus menurun akibat berbagai ancaman, termasuk:

  • Perburuan ilegal
  • Kerusakan habitat
  • Fragmentasi hutan

Di Indonesia, binturong merupakan satwa endemik yang dapat ditemukan di Sumatera, Kalimantan, dan sebagian kecil Jawa. Binturong memainkan peran penting dalam ekosistem hutan sebagai penyebar biji alami. Meskipun termasuk kelompok karnivora, makanan utama binturong adalah buah-buahan.

Bandung Zoo berkomitmen untuk terus menjaga populasi satwa dilindungi seperti binturong melalui upaya konservasi ex-situ. Upaya penangkaran ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan jumlah individu, tetapi juga untuk menjaga keberlanjutan genetik dan kesehatan populasi.

Manajemen populasi dilakukan secara cermat, termasuk monitoring genetik dan rencana pertukaran satwa dengan lembaga konservasi lain. Hal ini penting untuk mencegah overpopulasi dan memastikan kualitas hidup setiap individu.

Dengan kelahiran dua bayi binturong ini, Bandung Zoo berharap dapat terus berkontribusi dalam upaya konservasi satwa Indonesia yang semakin terancam di habitat alaminya. Langkah ini juga menjadi antisipasi Bandung Zoo untuk mencegah terjadinya overpopulasi di masa mendatang, sehingga setiap individu binturong mendapatkan kualitas hidup terbaik.