Penyelidikan Kebakaran Dahsyat di Penjaringan: Keterangan Saksi Mata Terkait Sumber Api Berbeda
Kebakaran besar yang meluluhlantakkan ratusan rumah di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, masih menyisakan tanda tanya terkait penyebab utamanya. Pihak kepolisian saat ini tengah berupaya mengungkap tabir di balik tragedi ini, dengan fokus utama pada perbedaan keterangan yang disampaikan oleh para saksi mata di lokasi kejadian.
Menurut Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Ahmad Fuady, terdapat inkonsistensi dalam pernyataan yang diberikan oleh para saksi. Beberapa saksi meyakini bahwa api pertama kali muncul akibat korsleting listrik, sementara yang lain bersikeras bahwa sumber api berasal dari kompor yang ditinggalkan menyala.
"Kita masih mendalami keterangan saksi-saksi, karena ada beberapa saksi yang menyatakan berbeda," ujar Kombes Ahmad Fuady kepada awak media.
Perbedaan ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim investigasi. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas dan akurat, pihak kepolisian berencana melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri dalam proses penyelidikan.
Puslabfor dijadwalkan akan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi yang diduga menjadi titik awal munculnya api. Olah TKP ini diharapkan dapat memberikan petunjuk ilmiah yang dapat membantu mengidentifikasi penyebab pasti kebakaran.
"Nanti kita akan pastikan kita mendatangkan Puslabfor Mabes Polri yang rencananya mungkin besok atau lusa akan datang untuk melakukan olah TKP di lokasi awal mula terjadinya api," jelasnya.
Seperti yang diketahui, kebakaran hebat ini terjadi pada hari Jumat (6/6) dan melanda permukiman padat penduduk di Kampung Rawa Indah, Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan. Akibatnya, sekitar 500 rumah semipermanen hangus terbakar, memaksa ribuan warga mengungsi dan kehilangan tempat tinggal.
Kebakaran yang terjadi saat perayaan Idul Adha tersebut menyebabkan sekitar 3.200 orang kehilangan tempat tinggal. Proses pemadaman api berlangsung selama hampir 12 jam. Sebanyak 30 unit mobil pemadam kebakaran dan 150 personel dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah.