Kalimantan Timur Adopsi Model Pengelolaan Sampah IKN untuk Atasi Krisis Limbah Regional
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tengah berupaya keras untuk mengatasi permasalahan sampah yang masih menjadi isu krusial di wilayah tersebut. Data terkini menunjukkan bahwa lebih dari separuh timbulan sampah di Kaltim belum terkelola secara optimal, mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim untuk meningkatkan standar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) menjadi lahan urug saniter terkontrol.
Kepala DLH Kaltim, Anwar Sanusi, menekankan pentingnya langkah ini mengingat tantangan lingkungan yang semakin kompleks. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) mengungkapkan bahwa Kaltim menghasilkan lebih dari 850 ribu ton sampah setiap tahunnya. Ironisnya, persentase pengurangan sampah baru mencapai angka belasan persen, sementara penanganan sampah berada di kisaran enam puluh persen. Kondisi ini diperparah dengan fakta bahwa sebagian besar TPA di Kaltim masih menggunakan sistem pembuangan terbuka yang dinilai kurang efektif.
Guna mempercepat penuntasan masalah sampah, DLH Kaltim telah menyusun Strategi Akselerasi Penuntasan Pengelolaan Sampah yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Langkah ini juga mencakup kolaborasi dengan Pusat Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (PPDLH) Kalimantan dan Balai Prasarana dan Permukiman Wilayah Kalimantan Timur untuk merumuskan kebijakan dan strategi pembenahan TPA. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah kunjungan lapangan ke sejumlah fasilitas pengelolaan sampah percontohan, termasuk Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) 1 di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pemilihan TPST 1 IKN sebagai salah satu model pengelolaan sampah menunjukkan pengakuan terhadap standar modern yang diterapkan di ibu kota baru tersebut. Diharapkan, studi banding ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan baru bagi Kaltim dalam upaya meningkatkan pengelolaan sampah di daerah masing-masing. Selain TPST 1 IKN, kunjungan juga dilakukan ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Manggar di Balikpapan dan Pusat Daur Ulang Sampah Fasilitas Pengolahan Antara (Intermediate Treatment Facility/ITF) Daksa.
Berikut adalah daftar lokasi yang dikunjungi dalam studi banding:
- TPST 1 IKN
- TPAS Manggar di Balikpapan
- ITF Daksa
Inisiatif ini menegaskan komitmen Kaltim untuk mengadopsi praktik terbaik dalam pengelolaan sampah demi menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Dengan menjadikan TPST 1 IKN sebagai salah satu referensi, Kaltim berharap dapat menuntaskan permasalahan sampah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.