Mahasiswi Malaysia Ukir Prestasi Panahan di UIN Jambi
Kisah Inspiratif Nur Syahriza: Mahasiswi Malaysia Berprestasi di Dunia Panahan Jambi
Kota Jambi dikejutkan dengan kehadiran sosok Nur Syahriza, seorang mahasiswi asal Malaysia yang tak hanya menimba ilmu di Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, tetapi juga menorehkan prestasi gemilang di bidang panahan tradisional. Gadis berusia 22 tahun ini, tengah menempuh pendidikan di jurusan Syariah, dengan fokus Hukum Keluarga Islam semester enam, telah menunjukkan bahwa semangat belajar dan bakat olahraga dapat berjalan beriringan.
Sebelum menginjakkan kaki di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, Syahriza menyelesaikan pendidikan Diploma 3 (D3) di Institut Pengajian Islam dan Dakwah Sabah, Keningau, Malaysia. Ketertarikannya pada kajian hukum Islam, khususnya yang membahas isu-isu krusial dalam keluarga seperti pernikahan, perceraian, dan warisan, mendorongnya untuk melanjutkan studi ke Jambi.
"Saya memang tertarik pada kajian hukum Islam, khususnya yang membahas persoalan keluarga," ungkap Syahriza.
Selain itu, efisiensi waktu studi di Jambi menjadi pertimbangan lain baginya. Ia mengungkapkan bahwa banyak mahasiswa asal Malaysia yang memilih Sumatera, terutama Jambi, sebagai destinasi pendidikan mereka.
Jejak Atlet Panahan Berbakat
Di balik kesibukannya sebagai seorang mahasiswi, Syahriza adalah seorang atlet panahan yang telah mengasah kemampuannya sejak masa sekolah menengah. Kecintaannya pada olahraga ini telah membawanya meraih berbagai prestasi membanggakan.
"Sudah lebih dari tiga tahun saya menekuni panahan. Di Malaysia, saya pernah ikut liga memanah tradisional kebangsaan yang mempertemukan atlet dari seluruh negeri," kenangnya.
Di Jambi, Syahriza tetap aktif berlatih panahan di Al-Hidayah Horse Stable, Kota Baru. Ia berhasil menyeimbangkan perannya sebagai mahasiswa dan atlet, serta meraih sejumlah prestasi, di antaranya:
- Juara 3 Jambi Archery Festival
- Juara 4 kejuaraan panahan yang diadakan Kantor Wali Kota Jambi
- Posisi ke-9 dalam Liga Memanah Tradisional Kebangsaan di Malaysia
Bagi Syahriza, menjadi mahasiswa bukan hanya tentang mengejar nilai akademik semata, tetapi juga tentang pertumbuhan holistik, baik secara mental, fisik, maupun spiritual. Panahan menjadi sarana baginya untuk menjaga keseimbangan tersebut.
Dukungan Kampus dan Harapan Masa Depan
Prestasi dan dedikasi Syahriza mendapat apresiasi penuh dari pihak kampus. UIN Jambi memberikan dukungan penuh kepadanya, melihatnya sebagai representasi mahasiswa internasional yang aktif dan inspiratif. Kehadirannya di kampus tidak hanya memperkaya iklim kompetitif di bidang olahraga, tetapi juga menjadi inspirasi dalam hal manajemen waktu, disiplin, dan totalitas.
Dukungan ini memacu Syahriza untuk terus mengembangkan diri dan mengharumkan nama UIN Jambi serta tanah kelahirannya, Malaysia. Dengan semangat yang membara, ia bertekad untuk terus berprestasi di bidang akademik maupun olahraga, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Kisah Nur Syahriza adalah bukti nyata bahwa dengan semangat, kerja keras, dan dukungan yang tepat, siapapun dapat meraih impiannya, tanpa memandang asal negara atau latar belakang budaya.