Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Kritik Kurangnya Upaya Mitigasi Kebakaran yang Efektif
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyoroti kurangnya upaya mitigasi kebakaran yang efektif di ibu kota. Kritik ini muncul menyusul serangkaian insiden kebakaran, termasuk kebakaran besar yang melanda kawasan padat penduduk di Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Kevin Wu, menyatakan bahwa langkah-langkah pencegahan kebakaran di Jakarta, terutama di daerah padat penduduk, masih jauh dari memadai. Menurutnya, kebakaran yang sering terjadi di permukiman padat penduduk adalah indikasi bahwa sistem pencegahan kebakaran di Jakarta masih lemah. Ia menambahkan, kebakaran di Kapuk Muara adalah tragedi yang sangat disayangkan dan membahayakan keselamatan warga.
Dalam kebakaran di Kapuk Muara, dilaporkan sedikitnya 470 rumah hangus terbakar, menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal. Kevin Wu menekankan bahwa insiden ini bukan hanya kecelakaan biasa, tetapi cerminan dari sistem pencegahan kebakaran yang tidak efektif.
Selain insiden di Kapuk Muara, Kevin Wu juga menyoroti kebakaran lain yang terjadi dalam waktu berdekatan, seperti kebakaran di pabrik lilin di Tamansari, Jakarta Barat, dan di Vihara Lalitavistara di Cilincing, Jakarta Utara. Rangkaian kejadian ini menunjukkan bahwa pemerintah provinsi harus melakukan evaluasi menyeluruh dan memperkuat sistem penanggulangan kebakaran di semua tingkatan.
Salah satu indikator lemahnya pencegahan kebakaran, menurut Kevin Wu, adalah kurangnya keberadaan pos pemadam kebakaran (damkar) di tingkat kelurahan. Ia mendesak pemerintah provinsi untuk segera membangun pos-pos damkar baru di wilayah-wilayah yang belum terjangkau. Ia juga mendorong percepatan distribusi alat pemadam api ringan (APAR) ke setiap rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) untuk meningkatkan kemampuan warga dalam merespons awal saat terjadi kebakaran.
Kevin Wu menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan respons setelah kebakaran terjadi. Sistem pencegahan harus dibenahi secara menyeluruh. Jika tidak, ancaman kebakaran di Jakarta akan terus berulang dan semakin sulit dikendalikan.
Untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan kebakaran, Kevin Wu memberikan beberapa rekomendasi:
- Penambahan Pos Damkar: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus memperbanyak pos pemadam kebakaran, terutama di kelurahan-kelurahan yang belum memiliki fasilitas tersebut.
- Distribusi APAR: Percepatan distribusi APAR ke setiap RT/RW untuk memungkinkan warga memadamkan api dari sumbernya sebelum meluas.
- Evaluasi Sistem: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penanggulangan kebakaran dan memperkuatnya di semua tingkatan.
- Mitigasi Kebakaran: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus lebih fokus dalam melakukan Mitigasi Kebakaran di daerah padat penduduk.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Jakarta dapat mengurangi risiko kebakaran dan melindungi keselamatan warganya.