Penyelidikan Kematian Mahasiswa UKI Berlanjut: 23 Saksi Diperiksa, Polisi Pastikan Proses Sesuai SOP

Penyelidikan Kematian Mahasiswa UKI: 23 Saksi Diperiksa, Belum Ada Tersangka

Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur terus mengintensifkan penyelidikan terkait kematian tragis Kenzha Walewangko (22), mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI), yang ditemukan meninggal dunia di area kampus pada Selasa, 4 Maret 2025. Hingga saat ini, sebanyak 23 saksi telah dimintai keterangan, namun belum ada individu yang ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, menyatakan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung dan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). "Dari total 23 saksi yang telah diperiksa, terdiri dari 16 mahasiswa, 5 petugas keamanan, 1 perwakilan otoritas kampus, dan 1 warga sekitar," ungkap Kombes Pol Nicolas dalam keterangannya pada Selasa (11/3/2025). Ia menambahkan, semua saksi yang telah memberikan keterangan masih berstatus saksi dan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Polisi juga menyatakan kemungkinan jumlah saksi akan bertambah seiring perkembangan penyelidikan.

Proses investigasi, menurut Kombes Pol Nicolas, tidak menemui kendala berarti. Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengungkap penyebab kematian Kenzha secara tuntas dan profesional. "Kami mohon waktu dan ruang untuk bekerja secara teliti. Proses penyelidikan akan terus berlanjut dengan memeriksa saksi-saksi yang terkait dengan korban, mahasiswa lain, pihak UKI, dan petugas keamanan," jelasnya.

Desakan dari Ikatan Alumni

Sementara itu, Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UKI turut menyuarakan keprihatinan dan mendesak pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini hingga tuntas. Ketua Ikatan Alumni Fisipol UKI, Marlen Sitompul, menyatakan komitmen penuh untuk mengawal proses penyelidikan.

"Kami dari ikatan alumni akan terus mengawal dan mendesak pihak Polres Jakarta Timur agar mengusut tuntas kasus kematian almarhum Kenzha Walewangko," tegas Marlen Sitompul dalam keterangan pers di Jakarta pada Senin (10/3). Selain itu, ia juga berharap proses penyelidikan dilakukan secara transparan dan profesional, bebas dari intervensi, dan dijalankan sesuai hukum yang berlaku. Pihak alumni juga telah melakukan audiensi dengan pihak Rektorat UKI untuk membahas kasus ini dan memastikan proses penyelidikan berjalan lancar.

Marlen Sitompul menambahkan, audiensi tersebut berfokus pada beberapa isu terkait kematian Kenzha, dan menekankan pentingnya mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Kronologi Singkat dan Isu yang Beredar

Kenzha Walewangko ditemukan meninggal dunia di area parkir motor kampus UKI pada Selasa malam, 4 Maret 2025. Sebelumnya, beredar informasi mengenai adanya pesta minuman keras di kampus pada malam tersebut. Meskipun polisi belum secara resmi menyatakan penyebab kematian, berbagai spekulasi beredar di media sosial, termasuk dugaan pengeroyokan. Namun, polisi belum dapat mengkonfirmasi informasi tersebut dan tetap fokus pada proses investigasi yang sedang berlangsung. Penyelidikan lebih lanjut akan menentukan penyebab pasti kematian Kenzha Walewangko.