Ribuan Kendaraan Terjaring dalam Sosialisasi Zero ODOL
Jakarta - Program sosialisasi Zero Over Dimension and Over Loading (Zero ODOL) yang dicanangkan pemerintah sejak 1 Juni 2025, telah menjaring ribuan kendaraan yang terindikasi melanggar ketentuan dimensi dan muatan. Selama 30 hari masa sosialisasi, yang bertujuan untuk mengedukasi dan mempersiapkan para pelaku industri transportasi sebelum penindakan tegas diberlakukan, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat adanya pelanggaran yang signifikan.
Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menekankan pentingnya pendekatan komprehensif dan strategis dalam mewujudkan Indonesia Zero ODOL. Ia menginstruksikan seluruh Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda jajaran untuk serius dan konsisten dalam menangani permasalahan ODOL, demi terciptanya keselamatan lalu lintas dan mendukung program pemerintah. Data yang dihimpun hingga H+4 sosialisasi menunjukkan bahwa sebanyak 6.134 kendaraan terindikasi melanggar, dengan rincian 1.719 kendaraan terindikasi Over Dimension dan 4.415 kendaraan terindikasi Over Loading. Menariknya, dari total kendaraan yang terindikasi melanggar, 2.780 kendaraan (45%) dimiliki oleh perusahaan, sementara 3.354 kendaraan (55%) dimiliki oleh perorangan.
Kakorlantas juga menyoroti temuan di lapangan yang menunjukkan bahwa sebagian besar kegiatan pendataan dan imbauan masih dilakukan di jalan saat kendaraan beroperasi. Untuk itu, ia menekankan perlunya pendekatan yang lebih proaktif, yaitu dengan mendatangi langsung lokasi perusahaan, pool kendaraan, maupun pemilik kendaraan yang terindikasi melakukan pelanggaran. Hal ini bertujuan untuk memberikan edukasi yang lebih mendalam dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya mematuhi peraturan yang berlaku. Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan bahwa penanganan kendaraan ODOL adalah tanggung jawab bersama demi keselamatan masyarakat dan keberlangsungan infrastruktur jalan nasional. Program Zero ODOL diharapkan dapat menciptakan efek jera bagi para pelanggar dan mendorong terciptanya sistem transportasi yang lebih aman dan efisien.