Pengakuan Mengejutkan Peserta Pembinaan Karakter di Depok: Terbiasa Mengonsumsi Minuman Beralkohol

Remaja Depok Akui Konsumsi Minuman Beralkohol ke Pejabat Daerah

Seorang peserta program Pembinaan Karakter dan Bela Negara di Depok membuat pengakuan mengejutkan di hadapan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dalam sebuah dialog santai saat upacara pelepasan peserta di Markas Divisi Infanteri 1 Kostrad, Cilodong, Kota Depok, remaja tersebut mengaku rutin mengonsumsi minuman beralkohol jenis "kawa-kawa" bersama teman-temannya.

Percakapan bermula ketika Dedi Mulyadi menanyakan alasan keikutsertaan seorang peserta wanita dalam program yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter dan bela negara itu. Dengan jujur, peserta tersebut mengungkapkan bahwa ibunya mendaftarkannya ke program tersebut karena kebiasaan buruknya mengonsumsi minuman beralkohol. "Dimasukkin sama mama (ke barak), karena minum-minum. Minum kawa-kawa," ujarnya.

Menanggapi pengakuan tersebut, Dedi Mulyadi tampak terkejut dan penasaran. Ia bertanya lebih lanjut mengenai kebiasaan minum minuman beralkohol di kalangan remaja putri. "Anak perempuan banyak yang suka minum kawa-kawa ya sekarang. Di mana kamu minum itu?" tanyanya.

Peserta tersebut menjawab bahwa ia biasa mengonsumsi minuman tersebut di rumah temannya. Setelah memberikan nasihat dan meminta janji agar tidak mengulangi perbuatannya, Dedi Mulyadi kembali bertanya kepada peserta lain mengenai asal-usul minuman tersebut. Ia ingin mengetahui dari mana para remaja tersebut mendapatkan minuman beralkohol itu.

Seorang peserta wanita berkerudung mengaku mendapatkan minuman tersebut dari teman sekolahnya. Ketika ditanya mengenai efek yang dirasakan setelah mengonsumsi minuman tersebut, ia menjawab, "Plong (rasanya). Dan iya, mabuk," ujarnya singkat. Ia juga menambahkan bahwa ia tidak merasakan pusing setelah mengonsumsi minuman dengan kadar alkohol belasan persen itu.

Program Pembinaan Karakter Sebagai Upaya Pembentukan Generasi Muda

Program Pembinaan Karakter dan Bela Negara yang diikuti oleh puluhan remaja Depok ini berlangsung selama sepuluh hari. Program ini diinisiasi oleh Pemerintah Kota Depok melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol). Wali Kota Depok, Supian Suri, secara simbolis memberikan sertifikat kepada para peserta yang telah menyelesaikan program tersebut.

Program ini bertujuan untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki semangat nasionalisme. Tujuan ini selaras dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membangun karakter bangsa. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 31 Mei hingga 9 Juni 2025, dengan melibatkan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada para peserta.

Keikutsertaan para remaja dalam program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan pribadi dan sosial mereka. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menjadi solusi bagi permasalahan remaja, seperti penyalahgunaan minuman beralkohol.