Perseteruan Terbuka: Transformasi Relasi Trump dan Musk dari Mitra Menjadi Rival Sengit
Dinamika Politik AS Memanas: Perpecahan Aliansi Trump dan Musk
Washington D.C. menjadi saksi bisu dari retaknya hubungan antara dua tokoh berpengaruh di Amerika Serikat, yaitu mantan Presiden Donald Trump dan CEO Tesla, Elon Musk. Dahulu dikenal sebagai sekutu dekat, kini keduanya terlibat dalam perseteruan terbuka yang menjadi sorotan publik.
Eratnya Hubungan di Awal Pemerintahan Trump
Pada masa awal pemerintahan Trump, Musk menunjukkan dukungan yang kuat. Ia bahkan aktif mengkampanyekan Trump melalui platform media sosial X yang dimilikinya. Trump pun tak segan membalas dukungan tersebut dengan pujian dan menunjuk Musk untuk memimpin lembaga ad hoc bernama Departemen Efisiensi Pemerintahan (DOGE) dengan tujuan merampingkan anggaran negara. Pada acara pelantikan Trump, sang presiden melontarkan pujian setinggi langit untuk Musk, menyebutnya sebagai "bintang baru" yang telah lahir. Kedekatan ini bahkan memicu julukan "bromance" di kalangan warganet.
Titik Balik: RUU Pajak dan Anggaran Negara
Namun, keharmonisan ini tidak berlangsung lama. Bibit perpecahan mulai muncul ketika Senat membahas RUU setebal 1.038 halaman yang berisi usulan perubahan signifikan, termasuk pemotongan pajak dan peningkatan belanja pemerintah. Musk secara terbuka mengkritik RUU tersebut karena diproyeksikan akan menambah utang negara sebesar 2,4 triliun dollar AS dalam sepuluh tahun mendatang. Ia juga menentang rencana kenaikan pagu utang federal dari 4 triliun dollar AS menjadi 40 triliun dollar AS. Dalam sebuah wawancara, Musk menyatakan kekecewaannya terhadap RUU tersebut, menyebutnya sebagai "big beautiful bill" dengan nada sinis dan menilai bahwa RUU tersebut merusak kerja keras tim DOGE.
Pengunduran Diri Musk dan Eskalasi Kritik
Pengunduran diri Musk dari DOGE terjadi secara tiba-tiba, tanpa pemberitahuan resmi kepada Trump. Meskipun Trump mengisyaratkan bahwa Musk akan tetap terlibat dalam pemerintahan, Musk justru semakin gencar mengkritik RUU pajak dan anggaran negara. Melalui serangkaian unggahan di platform X, Musk menyebut RUU tersebut "menjijikkan" dan menuduh anggota parlemen sengaja membuat AS bangkrut dengan membebani negara dengan utang yang tidak berkelanjutan.
Klimaks Perseteruan: Saling Serang di Depan Publik
Puncak ketegangan terjadi ketika Trump menyampaikan kritik pedas terhadap Musk dalam pidato di Gedung Putih. Trump menyatakan kekecewaannya terhadap Musk, menyebutnya "gila" dan mengklaim bahwa Musk diminta untuk mundur dari DOGE karena kondisi fisiknya yang semakin kurus. Musk membalas pernyataan Trump melalui X, menyebut Trump sebagai pribadi yang tidak tahu berterima kasih. Ia bahkan menyatakan persetujuannya atas seruan pemakzulan Trump dan mengecam kebijakan tarif global Trump yang dinilainya dapat memicu resesi ekonomi.
Tidak Ada Ruang untuk Rekonsiliasi
Trump menegaskan bahwa ia tidak berniat memperbaiki hubungannya dengan Musk. Ia menilai komentar dan sikap Musk sebagai tindakan yang tidak pantas dan tidak menghormati lembaga kepresidenan. Dengan demikian, hubungan yang dulunya erat antara Trump dan Musk kini telah berubah menjadi perseteruan terbuka tanpa ada tanda-tanda rekonsiliasi.