Revitalisasi Stasiun Tanah Abang Rampung: Modernisasi Terbentur Aksesibilitas Penumpang
Stasiun Tanah Abang, salah satu stasiun tersibuk di Jakarta, telah menyelesaikan proyek revitalisasi besar-besaran yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan modernisasi fasilitas. Meskipun tampilan stasiun kini jauh lebih megah dan modern, dengan kapasitas yang ditingkatkan menjadi 300.000 penumpang per hari, beberapa aspek terkait aksesibilitas dan kenyamanan penumpang justru menuai keluhan.
Proyek revitalisasi yang menelan biaya lebih dari Rp 280 miliar ini meliputi pembangunan gedung stasiun baru, penambahan rel kereta api, serta revitalisasi jalur eksisting sepanjang 1.489 meter. Penambahan fasilitas baru seperti area makan (food court) yang luas dengan berbagai pilihan restoran, mesin ATM, loket dan mesin tiket mandiri, mushala, toilet, dan bahkan penyewaan powerbank melalui mesin penjual otomatis, diharapkan dapat meningkatkan pengalaman penumpang.
Fasilitas yang Ditawarkan Stasiun Tanah Abang:
- Penyewaan Powerbank: Penumpang dapat menyewa powerbank dari mesin otomatis.
- Area Makan (Food Court): Tersedia berbagai pilihan restoran.
- Kursi Pijat: Penumpang dapat menikmati pijatan dengan tarif terjangkau.
- Mesin ATM: Memudahkan transaksi keuangan.
- Loket dan Mesin Tiket: Membeli tiket KRL bagi yang belum memiliki e-money.
- Mushala dan Toilet: Tersedia di area tunggu dan peron.
Namun, di balik wajah baru Stasiun Tanah Abang, sejumlah penumpang mengeluhkan akses keluar stasiun yang menjadi lebih jauh dan rumit setelah revitalisasi. Beberapa penumpang merasa kelelahan karena harus berjalan lebih jauh dan memutar untuk mencapai pintu keluar, dibandingkan sebelum revitalisasi. Keluhan juga ditujukan pada akses menuju Pasar Tanah Abang yang kini mengharuskan penumpang menaiki tangga manual, bukan eskalator.
Selain masalah aksesibilitas, minimnya fasilitas bagi penumpang prioritas juga menjadi sorotan. Penumpang dengan kondisi khusus seperti wanita hamil dan lansia mengeluhkan kurangnya lift dan eskalator yang memadai. Antrean panjang di eskalator yang hanya tersedia dua unit di setiap peron menambah ketidaknyamanan, terutama bagi mereka yang membutuhkan bantuan mobilitas. Meskipun ada dua unit lift, fasilitas ini belum dapat digunakan karena masih dalam proses revitalisasi.
Beberapa penumpang berharap PT Kereta Api Indonesia (KAI) dapat segera menyelesaikan revitalisasi secara keseluruhan dan meningkatkan kenyamanan bagi semua penumpang, termasuk penyediaan fasilitas yang lebih baik bagi penumpang prioritas. Peningkatan aksesibilitas dan penambahan fasilitas yang ramah bagi penumpang prioritas diharapkan dapat menjadikan Stasiun Tanah Abang sebagai stasiun yang tidak hanya modern, tetapi juga nyaman dan inklusif bagi semua kalangan.