Jajaran Komisaris Bukit Asam Lengser, RUPS Tahun Buku 2024 Jadi Penentu

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menghadapi perubahan signifikan dalam jajaran kepemimpinannya. Masa jabatan empat komisaris perseroan resmi berakhir pada Selasa, 10 Juni 2025, menandai babak baru bagi perusahaan energi tersebut.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI), empat nama yang purna tugas adalah Irwandy Arif, yang menjabat sebagai Komisaris Utama, Carlo B Tewu dan E Piterdono HZ sebagai Komisaris, serta Andi Pahril Pawi sebagai Komisaris Independen. Keempatnya diangkat berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2019 yang diselenggarakan pada 10 Juni 2020. Dengan berakhirnya masa jabatan ini, posisi strategis dalam dewan komisaris menjadi lowong dan siap diisi oleh figur-figur baru.

Penentuan susunan dewan komisaris yang baru akan menjadi agenda utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun buku 2024, yang dijadwalkan pada 12 Juni 2025. Manajemen PTBA menegaskan bahwa perubahan ini tidak akan mengganggu operasional perusahaan. Pernyataan resmi perusahaan menyebutkan bahwa "Tidak berdampak terhadap operasi, keuangan, dan kelangsungan usaha Perseroan."

RUPS akan diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Kamis, 12 Juni 2025, mulai pukul 14.30 WIB. Rapat ini memiliki enam agenda utama, termasuk perubahan susunan pengurus perseroan dan penetapan penggunaan laba perseroan untuk tahun buku 2024. Sepanjang tahun 2024, PTBA mencatatkan kinerja keuangan yang solid dengan laba bersih mencapai Rp 5,1 triliun, didukung oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 11% menjadi Rp 42,76 triliun. EBITDA perusahaan juga tercatat positif sebesar Rp 8,30 triliun. Total aset PTBA mencapai Rp 41,79 triliun, tumbuh 8% secara tahunan per 31 Desember 2024.

Berikut adalah beberapa agenda utama dalam RUPS PTBA:

  • Perubahan susunan pengurus Perseroan
  • Penetapan penggunaan laba Perseroan untuk tahun buku 2024

Dengan berakhirnya masa jabatan komisaris dan akan digelarnya RUPS, PTBA bersiap untuk memasuki fase baru dengan harapan mempertahankan kinerja positif dan melanjutkan pertumbuhan di sektor energi.