Perjuangan Anak Pedagang Pakaian Bekas: Impian Kuliah di ITB Jadi Kenyataan
Di balik hiruk pikuk Pasar Atas Bukittinggi, Sumatera Barat, tersimpan kisah inspiratif seorang pemuda bernama Nauli Al Ghifari. Anak dari seorang pedagang pakaian bekas ini berhasil mewujudkan impiannya untuk menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB), salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Keberhasilannya menembus ITB melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025 menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita setinggi langit.
Nauli, yang tinggal di sebuah rumah sederhana di Kelurahan Campago Ipuah, telah menunjukkan semangat belajar yang luar biasa sejak kecil. Ayahnya, Panalihon, mengungkapkan bahwa Nauli memiliki tanggung jawab besar terhadap pendidikannya. Kebiasaan belajarnya dimulai sejak dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB, hingga menjelang pagi. Ia juga jarang keluar rumah, lebih memilih menghabiskan waktunya untuk membaca berbagai buku. Panalihon selalu mendorong putranya untuk gemar membaca, memberikan kebebasan untuk memilih buku apa pun yang menarik minatnya.
Kegigihan Nauli membuahkan hasil manis. Ia diterima di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB, sebuah jurusan yang sangat diminatinya. Cita-cita untuk kuliah di ITB telah tertanam dalam benaknya sejak ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Untuk mewujudkan impiannya, Nauli fokus belajar dan berusaha keras untuk masuk ke sekolah-sekolah favorit, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.
Sejak kelas X di SMAN 1 Bukittinggi, Nauli semakin giat mempersiapkan diri. Selain belajar tekun, ia juga aktif mengikuti berbagai lomba akademik, terutama di bidang sains. Keikutsertaannya dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) menjadi salah satu upayanya untuk meningkatkan peluang masuk ITB. Ia mengikuti OSN pada tahun 2023 dan 2024, bahkan berhasil melaju hingga tingkat nasional. Semangat kompetisi yang tinggi mendorongnya untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuannya.
Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 1 Bukittinggi, Azmiarni, Nauli memiliki kemampuan akademik yang sangat baik. Ia tidak hanya fokus pada satu mata pelajaran, tetapi menguasai semuanya dengan sama baiknya. Azmiarni juga menyoroti daya juang dan fokus Nauli yang tinggi dalam setiap pelajaran. Meskipun dikenal sebagai pribadi yang pendiam, Nauli tidak pelit berbagi ilmu dengan teman-teman dan adik kelasnya.
Kisah inspiratif Nauli tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarganya, tetapi juga bagi sekolah dan masyarakat Bukittinggi. Ia membuktikan bahwa dengan kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah, setiap orang dapat meraih impiannya, tanpa memandang latar belakang ekonomi. Keberhasilannya menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berjuang dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan.
Prestasi Nauli bersama dua siswa lainnya dari Sumatera Barat yang juga berhasil masuk ITB melalui jalur prestasi, yaitu Devit Febriansyah dari SMAN 1 Bukittinggi dan Deka Fakira Berna dari SMAN 1 Padang, mendapat perhatian khusus dari Rektor ITB, Prof Tatacipta Dirgantara. Beliau bersama sejumlah dosen ITB menyempatkan diri mengunjungi mereka di Sumatera Barat untuk memberikan semangat dan motivasi. Prof Tata mengaku terharu melihat semangat belajar yang luar biasa dari para siswa tersebut. Ia berpesan agar mereka terus berusaha yang terbaik dan tidak mudah putus asa ketika menghadapi tantangan di kampus ITB nanti.