Api Lalap Pool Bus Bekas di Cengkareng, Diduga Akibat Kelalaian Pengelasan

Kebakaran hebat melanda sebuah pool bus bekas di kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Selasa (10/6/2025). Kobaran api yang melalap sejumlah bus memaksa puluhan petugas pemadam kebakaran berjibaku untuk menjinakkan si jago merah.

Menurut keterangan dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta, laporan mengenai kebakaran ini diterima sekitar pukul 14.40 WIB. Tim pemadam kebakaran segera merespons dan tiba di lokasi kejadian, Jalan Raya Ring Road RT 08 RW 06, hanya dalam hitungan menit, memulai operasi pemadaman pada pukul 14.45 WIB.

Api dengan cepat membesar dan meluas, melahap bus-bus yang terparkir di pool tersebut. Asap hitam pekat membumbung tinggi ke angkasa, terlihat dari kejauhan, menimbulkan kepanikan warga sekitar. Untuk mengatasi kobaran api yang dahsyat, Gulkarmat Jakarta mengerahkan 18 unit mobil pemadam kebakaran dengan dukungan 90 personel terlatih.

Fokus utama petugas adalah melokalisir api agar tidak merambat ke bangunan atau area lain di sekitarnya. Setelah beberapa jam berjuang, petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan dan memadamkan api. Saat ini, proses pendinginan masih berlangsung untuk mencegah potensi munculnya api kembali.

Investigasi awal mengindikasikan bahwa penyebab kebakaran ini adalah percikan api dari kegiatan pengelasan yang mengenai material mudah terbakar di sekitar area pool bus. Namun, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.

Akibat kebakaran ini, sejumlah bus hangus terbakar, menimbulkan kerugian material yang signifikan. Namun, hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau luka-luka. Pihak kepolisian masih berada di lokasi untuk melakukan pengamanan dan membantu proses investigasi.

Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya penerapan standar keselamatan kerja yang ketat, terutama dalam aktivitas yang melibatkan penggunaan api atau bahan-bahan mudah terbakar. Kelalaian atau kurangnya pengawasan dapat berakibat fatal, menyebabkan kerugian material dan bahkan mengancam keselamatan jiwa.