Indonesia Tegaskan Sikap Netral dalam Konstelasi Militer Global
markdown Dalam forum Indo Defence 2025, Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai negara yang tidak akan terlibat dalam aliansi militer apapun. Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto di hadapan perwakilan dari berbagai negara yang hadir dalam acara tersebut.
Prabowo menekankan bahwa keputusan ini mencerminkan aspirasi rakyat Indonesia yang menginginkan hubungan baik dengan semua negara, tanpa memandang afiliasi blok militer. Menurutnya, perdamaian dunia hanya dapat dicapai melalui rasa saling menghormati kedaulatan dan integritas teritorial masing-masing negara.
"Kami bertekad untuk tidak terseret ke dalam golongan atau aliansi militer manapun," tegas Prabowo. "Hal ini sejalan dengan keinginan rakyat Indonesia yang mengedepankan hubungan baik dengan semua kekuatan dunia."
Lebih lanjut, Prabowo menyerukan kepada seluruh negara untuk menjalin kerjasama yang konstruktif demi mewujudkan kesejahteraan bersama. Ia menekankan bahwa setiap negara, tanpa terkecuali, berhak untuk dihormati dan tidak diintimidasi.
"Tidak ada negara sekecil apapun yang ingin diintimidasi, tidak ada negara selemah apapun yang ingin dihina," ujarnya. "Kita adalah satu keluarga manusia, mari kita bekerja bersama."
Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam pembukaan Indo Defence 2025, sebuah pameran industri pertahanan internasional yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, dari tanggal 11 hingga 14 Juni 2025. Ajang ini menjadi wadah bagi kolaborasi antara industri pertahanan nasional dan global, dengan tujuan memperkuat sinergi teknologi dan menampilkan inovasi terkini di bidang pertahanan.
Indo Defence 2025 diikuti oleh 55 negara dan 1.180 perusahaan dari dalam dan luar negeri. Pameran ini menampilkan berbagai alat utama sistem senjata (alutsista) terbaru, termasuk produk-produk unggulan dari industri pertahanan Indonesia.
Beberapa perusahaan Indonesia yang turut berpartisipasi dalam pameran ini antara lain PT Pindad, yang memperkenalkan senapan serbu SS3 sebagai penerus SS1 dan SS2; PT PAL, yang menampilkan miniatur dan replika produk unggulan seperti kapal selam autonomous (KSOT) serta diorama kelas Nagapasa, termasuk model Kapal Selam Scorpene hasil kerjasama dengan Naval Group; dan PT Industri Teknologi Ekapaksi (ITE), yang menampilkan drone kamikaze dan drone pengintai, serta anti-drone genggam dengan radius efektif 1,2 kilometer.
Kehadiran Indo Defence 2025 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan kemandirian industri pertahanan dan menjalin kerjasama strategis dengan negara-negara lain di bidang pertahanan dan keamanan.