Hero Global Investment Optimistis Raih Laba Rp 40 Miliar dari Sektor EBT pada Tahun 2025

PT Hero Global Investment Tbk (HGII), emiten yang bergerak di bidang energi baru terbarukan (EBT), menargetkan pertumbuhan signifikan dalam kinerja keuangan pada tahun 2025. Perusahaan memproyeksikan laba bersih mencapai Rp 40 miliar, dengan pendapatan diharapkan menyentuh angka Rp 100 miliar. Optimisme ini didasarkan pada strategi perusahaan dalam menghadapi tantangan industri dan memaksimalkan potensi proyek-proyek EBT yang sedang dikembangkan.

Direktur HGII, Hugo Feber Parluhutan Silalahi, menyampaikan proyeksi tersebut dalam sebuah acara public expose yang diselenggarakan baru-baru ini. Menurutnya, target ini realistis mengingat fundamental bisnis HGII yang semakin kuat dan prospek industri EBT yang terus membaik.

Presiden Direktur HGII, Robin Sunyoto, menjelaskan bahwa model bisnis perusahaan berfokus pada penjualan listrik ke Perusahaan Listrik Negara (PLN). Ia menekankan bahwa PLN, sebagai korporasi yang berorientasi pada profit, juga memiliki kepentingan untuk mendapatkan keuntungan dari listrik yang dibeli dari HGII. Hal ini menciptakan sinergi yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak.

Sunyoto juga mengidentifikasi beberapa tantangan utama yang dihadapi HGII dalam mengembangkan bisnis EBT, di antaranya:

  • Ketidaksesuaian antara pasokan dan permintaan (supply and demand): Tantangan ini perlahan teratasi dengan adanya Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang lebih komprehensif.
  • Identifikasi dan pemilihan lokasi proyek yang potensial: HGII perlu cermat dalam memilih lokasi proyek yang memiliki sumber daya EBT yang memadai dan aksesibilitas yang baik.
  • Optimalisasi biaya pembangunan: Biaya pembangunan infrastruktur, termasuk akses jalan, dapat bervariasi secara signifikan tergantung pada lokasi proyek. HGII berupaya mencari lokasi yang menawarkan biaya pembangunan paling efisien agar tarif listrik yang ditawarkan kepada PLN tetap kompetitif.

Sunyoto menekankan pentingnya perencanaan biaya yang optimal agar investasi yang dikeluarkan dapat tercermin dalam tarif listrik yang kompetitif kepada PLN. Dengan demikian, HGII dapat menjaga daya saingnya di pasar EBT.

Sebagai informasi tambahan, HGII mencatatkan laba bersih sebesar Rp 37,8 miliar pada periode yang berakhir 31 Desember 2024. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 44,9 persen dibandingkan laba tahun sebelumnya yang sebesar Rp 26,1 miliar. Meskipun demikian, pendapatan HGII mengalami sedikit penurunan dari Rp 103,18 miliar menjadi Rp 95,29 miliar pada periode yang sama.