Pramono Anung Tekankan Pentingnya Koordinasi Proyek Galian Guna Urai Kemacetan Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyoroti dampak negatif proyek galian di berbagai lokasi di Jakarta yang menjadi penyebab utama kemacetan. Penegasan ini disampaikan setelah peninjauan sistem pengendalian lalu lintas berbasis kecerdasan buatan (AI) di Kantor Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Pramono Anung menekankan perlunya penertiban lokasi proyek yang terbengkalai serta peningkatan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.
Menurut Pramono Anung, kemacetan seringkali disebabkan oleh pekerjaan lapangan yang tidak terkoordinasi dengan baik. Ia mencontohkan proyek-proyek terkait sumber daya air, Kementerian PUPR, serta penggalian kabel yang seringkali mengganggu kelancaran lalu lintas. Pramono Anung meminta agar lokasi proyek yang belum dilanjutkan pengerjaannya segera dibuka untuk mengurangi dampak kemacetan. Pembukaan bedeng atau penyekat di lokasi proyek yang tidak aktif dianggap penting agar tidak mempersempit ruang jalan dan memperparah kemacetan.
Pramono Anung juga menyoroti bahwa penanganan kemacetan di Jakarta tidak bisa hanya bergantung pada teknologi seperti Intelligent Traffic Control System (ITCS). Meskipun ITCS telah diterapkan di sejumlah persimpangan, pekerjaan lapangan yang tidak terkoordinasi tetap menjadi masalah utama. Oleh karena itu, integrasi kerja antarinstansi, termasuk dengan kementerian pusat, menjadi krusial dalam pengaturan dan penjadwalan proyek infrastruktur. Tujuannya adalah menghindari tumpang tindih proyek yang dapat menyebabkan kemacetan.
Koordinasi lintas kementerian dan lembaga perlu diperkuat agar proyek-proyek pemerintah pusat tidak menimbulkan kemacetan di wilayah DKI Jakarta tanpa solusi yang jelas. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus berupaya meningkatkan koordinasi untuk memastikan kelancaran proyek infrastruktur tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
Beberapa waktu lalu, kemacetan parah terjadi di Jalan TB Simatupang akibat adanya proyek galian di sisi jalan. Banyak pengendara yang mengeluhkan keterlambatan masuk kerja akibat kemacetan tersebut. Kejadian ini menjadi salah satu contoh konkret perlunya penanganan serius terhadap proyek galian yang menyebabkan kemacetan.