Kebijakan Parkir Gratis di Surabaya Disambut Baik Warga: Efektifkah Berantas Jukir Liar?
Penerapan kebijakan parkir gratis di sejumlah supermarket di Surabaya mendapat respons positif dari masyarakat. Kebijakan ini, yang merupakan inisiatif dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, bertujuan untuk menertibkan pengelolaan parkir dan memberantas praktik pungutan liar oleh juru parkir (jukir) ilegal.
Sejumlah warga mengungkapkan pengalaman kurang menyenangkan dengan jukir liar yang kerap memaksa meminta uang parkir, bahkan saat konsumen hanya sebentar berada di supermarket. "Kadang datang parkir nggak ada, pas mau pulang baru muncul," ujar Nabila, seorang warga Surabaya, menggambarkan modus operandi jukir liar. Ia dan warga lainnya merasa resah dengan praktik ini dan berharap kebijakan baru dapat memberikan solusi.
Warga lainnya, Aviona, mendukung penuh kebijakan parkir gratis, terutama jika pengelola supermarket dapat memastikan keamanan kendaraan konsumen tanpa adanya pungutan liar. Ia juga mewanti-wanti akan perlunya pengawasan ketat agar jukir liar tidak kembali beroperasi di area parkir supermarket. "Lebih baik disanksi atau denda jukir liar, tapi perlu ditelaah lagi," ungkapnya, seraya menambahkan bahwa terkadang jukir liar beroperasi dengan koordinasi pemilik lahan.
Fadhil, seorang mahasiswa asal Lampung yang merantau di Surabaya, menyambut baik upaya pembedaan antara jukir resmi dan liar. Dengan adanya jukir resmi yang berseragam, menurutnya, akan lebih mudah bagi konsumen untuk mengidentifikasi dan melaporkan praktik pungutan liar.
Kebijakan parkir gratis ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi konsumen saat berbelanja di supermarket. Warga pun berkomitmen untuk terus mengawasi implementasi kebijakan ini dan melaporkan segala bentuk pelanggaran kepada pihak berwenang.