Menko AHY Dorong Kemitraan dengan Danantara dalam Percepatan Investasi Infrastruktur Nasional
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko AHY) membuka lebar peluang kolaborasi strategis dengan Danantara, sebuah perusahaan investasi yang memegang peranan penting dalam ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kemitraan ini diharapkan dapat mempercepat realisasi investasi di berbagai proyek infrastruktur vital di seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya pada acara International Conference on Infrastructure (ICI) di Jakarta, Rabu (11/6/2025), Menko AHY menekankan pentingnya peran Danantara tidak hanya sebagai pemegang saham BUMN, tetapi juga sebagai investor aktif. Beliau secara intensif berkomunikasi dengan CEO BPI Danantara, Rosan, dan timnya, untuk menjajaki berbagai potensi sinergi yang saling menguntungkan.
"Kita berharap ada kolaborasi yang baik. Kita perlu menyampaikan juga apa yang menjadi prioritas," ujar Menko AHY, menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk memfasilitasi kemitraan yang efektif. Konferensi ICI, yang mempertemukan para investor global, termasuk perbankan internasional, dan para pemangku kepentingan di sektor infrastruktur, diharapkan menjadi katalisator bagi terciptanya kemitraan yang berkelanjutan.
Menko AHY mengungkapkan optimisme bahwa forum ICI akan menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kebutuhan pendanaan proyek infrastruktur, serta prioritas pembangunan yang harus didahulukan. "Nah nanti dari forum ICI ini diharapkan setelah itu kami bisa lebih menyusun apa saja yang harus kita dahulukan, mana yang bisa kita tunda, dan berapa besar yang harus kita butuhkan untuk pendanaan. Nah tentunya Danantara juga menjadi salah satu faktor yang menentukan," jelasnya.
Keterlibatan Danantara diharapkan dapat menjadi kunci dalam mengatasi tantangan pendanaan infrastruktur dan memastikan bahwa proyek-proyek strategis dapat berjalan sesuai rencana, berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif, menarik minat investor domestik dan asing, serta mendorong inovasi dalam pembiayaan infrastruktur.
Berikut poin-poin penting yang dibahas dalam ICI:
- Prioritas Pembangunan: Identifikasi proyek infrastruktur yang mendesak dan memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian.
- Skema Pendanaan: Mencari model pendanaan yang inovatif dan berkelanjutan, termasuk kemitraan publik-swasta (PPP).
- Kemitraan Strategis: Membangun jaringan kerjasama yang kuat antara pemerintah, investor, dan sektor swasta.
- Regulasi dan Kebijakan: Menyederhanakan regulasi dan menciptakan kebijakan yang mendukung investasi infrastruktur.
- Teknologi dan Inovasi: Mendorong penerapan teknologi terbaru dan solusi inovatif dalam pembangunan infrastruktur.
Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah, Danantara, dan para investor, Indonesia optimis dapat mewujudkan visi pembangunan infrastruktur yang modern, efisien, dan berkelanjutan.