Bank Mandiri Taspen Optimistis Raih Pertumbuhan Kredit Dua Digit di Tahun 2025

PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit yang signifikan pada tahun 2025. Proyeksi pertumbuhan mencapai 11,6 persen, mencerminkan optimisme perseroan dalam menghadapi dinamika pasar.

Direktur Bisnis Bank Mandiri Taspen, Maswar Purnama, mengungkapkan bahwa target pertumbuhan kredit sebesar 11,6 persen setara dengan peningkatan sebesar Rp 5,4 triliun secara tahunan. Dengan pencapaian ini, Bank Mantap menargetkan total penyaluran kredit mencapai Rp 51,6 triliun pada akhir tahun 2025.

"Pada tahun 2025, Bank Mandiri Taspen menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 11,6 persen," ujarnya dalam sebuah konferensi pers.

Maswar menjelaskan bahwa sektor pensiunan tetap menjadi motor utama pertumbuhan kredit Bank Mantap. Sektor ini dinilai memiliki karakteristik unik, dimana sebagian besar nasabah pensiunan juga aktif dalam kegiatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

"Di tengah situasi yang menantang saat ini, selalu yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi adalah sektor UMKM," imbuhnya.

Untuk mencapai target pertumbuhan yang ambisius tersebut, Bank Mandiri Taspen telah menyiapkan sejumlah strategi kunci, antara lain:

  • Optimalisasi Basis Nasabah Existing: Memaksimalkan potensi nasabah yang telah terdaftar dalam Daftar Pembayaran Manfaat Pensiunan (Dapem) non-loan yang sudah memiliki hubungan baik dengan bank.
  • Peningkatan Kontribusi Produk Unggulan: Mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan auto loan sebagai bagian dari upaya diversifikasi portofolio kredit.
  • Sinergi dengan PT Taspen dan Bank Mandiri: Memperkuat kolaborasi dengan PT Taspen dalam akuisisi rekening pensiunan, serta menjalin kerjasama dengan Bank Mandiri untuk menjaring calon pensiunan dalam tiga tahun mendatang.

Selain fokus pada pertumbuhan, Bank Mandiri Taspen juga menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit. Proses verifikasi kesehatan keuangan calon nasabah akan diperketat, dan evaluasi profil risiko nasabah akan dilakukan secara berkala, terutama pada segmen pensiunan.

Persyaratan pengajuan kredit juga akan disempurnakan untuk memastikan akuisisi kredit dilakukan secara selektif dan prudent. Selain itu, Bank Mandiri Taspen akan secara aktif memonitor nasabah yang berpotensi mengalami kredit macet sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko dan menjaga rasio Non-Performing Loan (NPL) tetap terkendali.

Manajemen Bank Mandiri Taspen meyakini bahwa dengan implementasi strategi yang komprehensif dan terukur, target pertumbuhan kredit yang telah ditetapkan dapat tercapai secara optimal.