Perumnas Modernisasi Akses Hunian Terjangkau melalui Digitalisasi dan Kemitraan Strategis

Perum Perumnas terus berupaya meningkatkan akses kepemilikan rumah bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), melalui transformasi strategi pemasaran yang berfokus pada digitalisasi. Langkah ini diwujudkan dengan memanfaatkan platform digital dan menjalin kemitraan strategis dengan berbagai lembaga.

Inovasi terbaru Perumnas termasuk peluncuran toko daring properti di salah satu platform e-commerce terkemuka di Indonesia. Direktur Pemasaran Perumnas, Imelda Alini Pohan, menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan konsumen urban yang semakin bergantung pada teknologi dalam mencari dan membeli properti.

"Transformasi ini mencerminkan komitmen Perumnas untuk tidak hanya membangun rumah, tetapi juga menciptakan ekosistem kepemilikan hunian yang terjangkau dan berkelanjutan," ujar Imelda. "Melalui pendekatan ini, Perumnas menegaskan perannya sebagai penggerak utama perumahan nasional dan mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan hunian yang layak dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat."

Selain menyediakan hunian bersubsidi dengan harga yang terjangkau, Perumnas menawarkan sejumlah keunggulan fasilitas, termasuk:

  • Sistem cluster satu akses
  • Pengamanan 24 jam
  • CCTV
  • Teknologi smart home hasil kolaborasi dengan Telkomsel
  • Infrastruktur jalan beton di kawasan hunian

Perumnas juga mengembangkan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) dan memperbarui desain hunian agar lebih sesuai dengan kebutuhan generasi muda dan keluarga muda Indonesia. Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung target Program Pemerintah 3 Juta Rumah.

"Kami berupaya memastikan bahwa hunian yang kami tawarkan tidak hanya terjangkau secara harga, tetapi juga nyaman, aman, dan mendukung gaya hidup modern," tambah Imelda.

Sejalan dengan transformasi digital, Perumnas telah menjalin kerjasama dengan lebih dari 81 institusi, termasuk BPJS Ketenagakerjaan, BUMN, dan perusahaan swasta. Kemitraan ini bertujuan untuk menyediakan skema pembiayaan khusus bagi tenaga kerja formal. Dalam dua tahun terakhir, total pemesanan unit rumah melalui skema B2B ini telah mencapai 600 unit.

"Melalui kemitraan ini, kami ingin mempermudah kepemilikan rumah bagi pekerja formal dari berbagai sektor, termasuk tenaga pengajar, petugas kesehatan, dan mitra pengemudi ojek online," jelas Imelda.

Perumnas juga merancang program khusus bagi tenaga kerja informal, seperti pengemudi ojek online, pelaku UMKM, pekerja lepas digital, dan content creator. Skema pembiayaan dan proses verifikasi untuk kelompok ini disesuaikan dengan pola penghasilan mereka yang tidak tetap.

Selain itu, Perumnas berkolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi, seperti Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Diponegoro, untuk menyediakan hunian bagi mahasiswa dan tenaga pengajar. Transformasi ini didukung oleh kampanye #GampangPunyaRumah di berbagai kanal digital, yang bertujuan membangun kedekatan dengan konsumen, khususnya pembeli rumah pertama.

"Keseluruhan program ini kami rangkum melalui value proposition yang mencakup hunian yang aman, nyaman, dan terjangkau," pungkas Imelda.