Upaya Pengiriman Bantuan ke Gaza Berujung Deportasi: Greta Thunberg Kecam Tindakan Israel
Aktivis Iklim Greta Thunberg Dideportasi Setelah Dicegat di Perairan Internasional Menuju Gaza
Aktivis iklim terkemuka, Greta Thunberg, mengalami deportasi oleh otoritas Israel setelah upayanya untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza terhenti di perairan internasional. Thunberg, bersama dengan sebelas aktivis lainnya yang tergabung dalam Freedom Flotilla Coalition (FFC), berangkat dari Italia pada tanggal 1 Juni dengan kapal bernama Madleen. Misi mereka adalah untuk memberikan bantuan simbolis dan meningkatkan kesadaran akan krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di Gaza.
Kapal Madleen dicegat oleh pasukan Israel pada hari Senin (9/6) dan dialihkan ke wilayah Israel. Tindakan ini menuai kecaman internasional, dengan banyak pihak menuduh Israel menghalangi upaya bantuan kemanusiaan. Menurut Kementerian Luar Negeri Israel, Thunberg kemudian diterbangkan ke Prancis.
Kecaman atas Tindakan Israel
Setibanya di Paris, Thunberg mengecam tindakan Israel sebagai "penculikan" dan pelanggaran hak asasi manusia. Ia menekankan bahwa pengalamannya pribadi tidak sebanding dengan penderitaan yang dialami oleh warga Palestina di Gaza. Thunberg juga mengkritik "keheningan dan kepasifan" pemerintah di seluruh dunia terhadap situasi di Gaza.
"Ini adalah pelanggaran hak asasi manusia yang disengaja lainnya yang ditambahkan ke dalam daftar pelanggaran lain yang tak terhitung jumlahnya yang dilakukan Israel," kata Thunberg kepada wartawan di bandara Charles de Gaulle.
Komitmen untuk Melanjutkan Perjuangan
Meski dideportasi, Thunberg menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak-hak warga Palestina dan menuntut diakhirinya kekejaman Israel. Ia kembali ke Swedia dan disambut oleh para pendukung yang mengibarkan bendera Palestina.
"Kami tidak akan berhenti. Kami akan berusaha setiap hari untuk menuntut diakhirinya kekejaman yang dilakukan Israel," ujarnya.
Thunberg juga menyampaikan keprihatinannya atas apa yang disebutnya sebagai "genosida sistematis" dan "kelaparan sistematis" yang dilakukan Israel terhadap lebih dari dua juta orang di Gaza. Beberapa organisasi hak asasi manusia, termasuk Amnesty International, telah menuduh Israel melakukan genosida terhadap warga Palestina, meskipun tuduhan ini dibantah keras oleh Israel.
Seruan untuk Bertindak
Thunberg menyerukan kepada masyarakat internasional untuk bertindak dan menuntut pertanggungjawaban dari pemerintah mereka atas situasi di Gaza.
"Kita harus bertindak, kita harus menuntut pemerintah kita untuk bertindak, dan kita harus bertindak sendiri ketika pemerintah kita yang terlibat tidak bertindak," tegasnya.
Berikut adalah beberapa poin penting dari berita ini:
- Greta Thunberg dideportasi oleh Israel setelah dicegat saat mencoba mengirimkan bantuan ke Gaza.
- Thunberg mengecam tindakan Israel sebagai "penculikan" dan pelanggaran hak asasi manusia.
- Ia berkomitmen untuk terus memperjuangkan hak-hak warga Palestina dan menuntut diakhirinya kekejaman Israel.
- Thunberg menyerukan kepada masyarakat internasional untuk bertindak dan menuntut pertanggungjawaban dari pemerintah mereka.
- Beberapa organisasi hak asasi manusia menuduh Israel melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza.