Penjual Balon di Genting Highlands Diduga Lakukan Percobaan Pelecehan Seksual Terhadap Turis Pria
Sebuah pengalaman traumatis dialami seorang pria asal Malaysia bernama Bangraf saat berlibur di kawasan wisata Genting Highlands. Melalui akun TikToknya, ia menceritakan bagaimana dirinya nyaris menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang penjual balon.
Kejadian bermula ketika penjual balon tersebut memberikan balon gratis kepada Bangraf. Setelah itu, penjual tersebut mengajak Bangraf ke sebuah ruangan dengan alasan untuk menikmati pisang goreng bersama. Tanpa rasa curiga, Bangraf mengikuti ajakan tersebut, mengira bahwa penjual balon itu hanya ingin berbagi makanan. Namun, sesampainya di ruangan, penjual balon itu mengunci pintu dari dalam.
Situasi berubah menjadi menakutkan ketika penjual balon tersebut diduga meminta Bangraf untuk membuka pakaiannya. Sebagai imbalan, penjual balon itu menawarkan uang tunai sebesar RM50 (sekitar Rp 192.000). Merasa terancam dan tidak nyaman, Bangraf segera melarikan diri dari ruangan tersebut dan langsung membagikan pengalamannya melalui video di TikTok.
Video tersebut kemudian menjadi viral dan mendapat banyak komentar dari warganet. Beberapa netizen bahkan menceritakan pengalaman serupa yang pernah mereka alami di Genting Highlands. Seorang netizen dengan akun @ami mengatakan bahwa kakak iparnya juga pernah digoda di tempat yang sama. Netizen lain dengan akun @sit menyarankan agar kejadian ini dilaporkan ke pihak kepolisian agar pelaku jera. Sementara itu, akun @ram** mengingatkan agar semua orang selalu berhati-hati di mana pun berada.
Merespons video viral tersebut, Kepala Polisi Daerah Bentong, Zaiham Mohd Kahar, menyatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan terkait insiden ini. Ia mengimbau pemilik akun TikTok yang mengunggah video tersebut untuk datang ke Markas Kepolisian Daerah Bentong guna memberikan keterangan lebih lanjut dan membantu proses penyelidikan. Zaiham juga mengimbau kepada siapa pun yang pernah mengalami kejadian serupa untuk segera menghubungi pihak kepolisian atau mendatangi kantor polisi terdekat untuk membuat laporan resmi. Ia menekankan pentingnya laporan dari masyarakat yang menjadi korban tindak kriminal agar proses penyelidikan dapat dilakukan secara menyeluruh dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Dugaan percobaan pelecehan ini menjadi peringatan bagi para wisatawan untuk selalu waspada dan berhati-hati saat berada di tempat umum, terutama di kawasan wisata yang ramai pengunjung.