Prabowo Subianto Dorong Partisipasi Pemprov DKI dalam Proyek Tanggul Laut Raksasa Nasional

Pemerintah Indonesia berencana untuk segera merealisasikan pembangunan tanggul laut raksasa yang membentang di sepanjang garis pantai utara, mulai dari Jakarta hingga Jawa Timur. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk melindungi wilayah pesisir dari ancaman erosi, banjir rob, dan dampak perubahan iklim yang semakin nyata.

Presiden terpilih, Prabowo Subianto, secara terbuka meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk turut berpartisipasi dalam pendanaan proyek ambisius ini. Hal ini disampaikan dalam acara International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta. Prabowo menekankan pentingnya kontribusi DKI Jakarta mengingat kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang signifikan.

"Karena APBD DKI sangat besar. Jadi saya bilang DKI harus urunan. Pemerintah pusat urunan, jadi kalau USD 8 miliar, katakanlah 8 tahun, berarti USD 1 miliar satu tahun," ujar Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyinggung Menteri Keuangan Sri Mulyani yang hadir dalam acara tersebut. Ia berkelakar melihat raut tegang Sri Mulyani terkait besarnya biaya yang dibutuhkan untuk proyek ini. Prabowo kemudian menenangkan Sri Mulyani dengan mengatakan bahwa DKI Jakarta akan turut berkontribusi dalam pendanaan.

"Menteri keuangan sudah kelihatan tegang. Tenang buk, DKI nyumbang, DKI setengah pemerintah pusat setengah karena ini untuk DKI sebenarnya," kata Prabowo.

Prabowo menekankan bahwa prioritas utama pembangunan tanggul laut ini adalah wilayah Jakarta dan Semarang, serta daerah-daerah lain seperti Brebes dan Pekalongan. Menurutnya, kondisi di wilayah-wilayah tersebut sudah sangat mengkhawatirkan dan mengancam kehidupan masyarakat akibat intrusi air laut dan banjir rob.

"Jadi tanggul utara DKI, kemudian nanti selanjutnya di depan Semarang. Prioritas kita adalah DKI dan Semarang. Semarang, Pekalongan, Brebes air itu sudah mengancam kehidupan rakyat kita, harus segara," tegasnya.

Prabowo juga menegaskan bahwa pembangunan tanggul laut raksasa ini akan dilakukan secara transparan dan terbuka. Pemerintah Indonesia membuka pintu bagi partisipasi perusahaan-perusahaan dari berbagai negara, termasuk Tiongkok, Jepang, Korea, Eropa, dan Timur Tengah. Namun, ia menekankan bahwa Indonesia tidak akan menunggu bantuan asing dan akan memanfaatkan kekuatan dalam negeri untuk memulai proyek ini.

Sesuai rencana awal, tanggul laut akan dibangun sepanjang 500 kilometer, membentang dari Banten hingga Jawa Timur. Total anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai USD 80 miliar. Proyek ini ditargetkan selesai dalam jangka waktu 15 hingga 20 tahun.

"Dan waktu perkiraan untuk di Teluk Jakarta saja kemungkinan 8 sampai 10 tahun. Kalau sampai ke Jawa timur mungkin membutuhkan waktu 15 sampai 20 tahun," jelas Prabowo.

Proyek tanggul laut raksasa ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi permasalahan banjir rob dan intrusi air laut yang semakin parah di wilayah pesisir utara Jawa. Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat.