Tragedi di Kali Cakung: Dugaan Bunuh Diri Menyusul Kematian Istri Akibat KDRT
Tragedi pilu menyelimuti kawasan Cilincing, Jakarta Utara, dengan ditemukannya Gatot (55) meninggal dunia di Kali Cakung pada Sabtu (7/6/2025). Kematian Gatot diduga kuat sebagai aksi bunuh diri yang dipicu oleh depresi mendalam setelah kepergian istrinya, Santi, sehari sebelumnya.
Menurut penuturan Marjilah, tetangga dekat pasangan tersebut, Santi diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh Gatot selama bertahun-tahun. Tindakan KDRT ini, menurut Marjilah, kerap disaksikan oleh para tetangga yang tinggal di sekitar kediaman mereka di wilayah Semper Timur, Cilincing. "Pak Gatot itu sering KDRT sama istrinya, itu disaksikan banyak tetangga," ungkap Marjilah. Ia menambahkan bahwa Santi seringkali menjadi sasaran pukulan dan lemparan barang oleh suaminya.
Santi, lanjut Marjilah, sebenarnya berniat melaporkan tindakan KDRT tersebut kepada pihak berwajib. Namun, niat tersebut urung dilakukan karena rasa takut yang menghantuinya. Bahkan, Santi sempat mencurahkan isi hatinya kepada sang ayah mengenai perlakuan kasar yang diterimanya dari Gatot. "Bapaknya sendiri itu cerita bahwa dipelintir tangannya sampai bilang, ‘sakit banget Bapak, aku dipelintir tanganku sampai sakit sekali.’ Mungkin mau lapor, mungkin dia takut atau enggak tahu caranya," jelas Marjilah.
Marjilah menggambarkan Gatot sebagai sosok yang mudah marah, terutama kepada Santi. Keduanya hidup hanya berdua di rumah tersebut, menjadikan Santi sebagai satu-satunya orang yang berinteraksi secara intens dengan Gatot. "Jadi 24 jam itu di dalam terus, ya keluar cuma kalau ada yang dari keluarga, cuma kepala doang yang nongol, nanti masuk lagi," tuturnya.
Beberapa hari sebelum kematian Santi, tepatnya pada Senin (2/6/2025) pagi, Marjilah sempat melihat Santi dalam kondisi baik-baik saja. Namun, pada malam harinya, Gatot meminta bantuan Marjilah untuk membawa Santi ke puskesmas karena kondisinya yang memburuk.
Marjilah mengaku curiga dengan kondisi Santi saat itu. Ia melihat adanya luka-luka yang tidak wajar pada tubuh Santi. Gatot sempat mengatakan kepada Marjilah bahwa istrinya sudah terlihat tidak sehat sejak sore hari. "Saya menganggapnya itu sakitnya enggak wajar. Beliau ditanya sakitnya dari 14.30 WIB sore, tetapi baru keluar dan minta tolong 21.30 WIB malam, itu kan sudah luka. Jadi wajar lah saya curiga," jelasnya.
Saat dibawa ke puskesmas, Santi sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Karena merasa ada yang tidak beres, Marjilah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cilincing. Pihak kepolisian merespon laporan tersebut dengan cepat dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kediaman Santi dan Gatot pada Kamis (4/6/2025). Meskipun demikian, Gatot belum ditahan dan untuk sementara waktu dititipkan kepada warga sekitar untuk diawasi.
Warga secara bergantian menjaga Gatot, yang memang dikenal jarang keluar rumah. Namun, pada malam saat Santi meninggal dunia, Gatot dilaporkan sempat lepas dari pengawasan warga. Keesokan paginya, Gatot ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan tenggelam di Kali Cakung.
Marjilah meyakini bahwa Gatot sengaja mengakhiri hidupnya. Keyakinan ini didasarkan pada posisi sandal Gatot yang ditemukan di atas getek (perahu kecil) dalam keadaan tertata rapi. "Kan memang sendalnya itu dua-dua utuh di dalam posisi yang rapi, berarti beliau memang mau nyemplung. Kalau tercebur itu kan bisa karena kelalaian, sendalnya nggak mungkin rapi," jelas Marjilah.
Pasca kejadian tragis ini, Marjilah masih disibukkan dengan pengurusan jenazah Gatot. Ia juga berusaha mencari keluarga Gatot, yang hingga kini tidak diketahui oleh orang-orang di sekitarnya. Marjilah merasa bingung mengenai pengurusan rumah dan toko milik Gatot dan Santi, mengingat keduanya tidak memiliki anak sebagai ahli waris.
Sebelumnya, BPBD DKI Jakarta menerima laporan mengenai orang tenggelam di Kali Cakung setelah tercebur dari getek pada Sabtu (7/6/2025) pagi. Pria tersebut baru ditemukan pada sore hari pukul 16.00 WIB dalam keadaan meninggal dunia. "Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," kata Kepala Pusdatin BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan, dalam keterangannya.