Pasien Kritis di Brebes Dilarikan dengan Pikap: Keluarga Kecewa Ambulans Ditolak, RS Minta Maaf
Kisah pilu menimpa Ruswad, seorang imam masjid asal Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Brebes, Jawa Tengah, yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Setelah insiden nahas itu, pada Selasa (10/6/2025) malam di jalan Ketanggungan-Jatibarang, ia dilarikan ke Rumah Sakit Amanah Mahmudah (RSAM) Sitanggal. Karena kondisinya yang sangat kritis, pihak rumah sakit memutuskan untuk merujuknya ke fasilitas kesehatan lain yang dianggap lebih mumpuni.
Namun, proses rujukan pasien ini menjadi sorotan publik. Alih-alih menggunakan ambulans, Ruswad justru diangkut menggunakan mobil pikap. Momen ini terekam dalam sebuah video amatir yang kemudian viral di media sosial. Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat sejumlah warga dan keluarga korban berusaha meminta bantuan ambulans dari RSAM Sitanggal untuk proses rujukan. Hadi Kusuma, keponakan korban, menjelaskan bahwa setelah kecelakaan, pamannya memang dibawa ke RSAM menggunakan mobil bak terbuka. Setibanya di rumah sakit, Ruswad langsung mendapatkan penanganan di ruang gawat darurat (IGD).
Keluarga pasien merasa kecewa dan menyayangkan keputusan pihak rumah sakit yang tidak menyediakan ambulans. Menurut Hadi, keluarga bahkan sempat menawarkan sejumlah uang untuk biaya operasional ambulans. Namun, permintaan tersebut ditolak dengan alasan persiapan ambulans akan memakan waktu lebih lama. Kekecewaan keluarga semakin mendalam karena Ruswad akhirnya meninggal dunia di ruang ICU RS Bhakti Asih Brebes, keesokan harinya sekitar pukul 06.00 pagi. Korban adalah seorang tokoh agama yang dihormati di lingkungannya, sehingga kejadian ini menimbulkan kesedihan dan kekecewaan mendalam di kalangan warga.
Menanggapi insiden ini, Direktur RSAM Sitanggal, Muhammad Baihaqi Rahmatika, memberikan penjelasan. Ia membenarkan bahwa pasien datang ke rumah sakit menggunakan mobil pikap dan langsung mendapatkan penanganan di IGD. Baihaqi menekankan bahwa kondisi pasien saat itu sangat kritis, dengan luka-luka serius seperti patah tulang, cedera kepala, dan pendarahan di mulut. Karena kondisi tersebut, pasien harus segera dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap.
Mengenai tidak digunakannya ambulans, Baihaqi menjelaskan bahwa persiapan ambulans, seperti pemasangan infus dan tabung oksigen, akan membutuhkan waktu. Pihaknya juga mengklaim telah memberitahukan kondisi pasien kepada keluarga dan mendapatkan persetujuan untuk segera melakukan rujukan. Atas kejadian ini, Direktur RSAM Sitanggal menyampaikan permohonan maaf atas pelayanan yang dianggap kurang maksimal. Ia berjanji akan melakukan perbaikan demi meningkatkan kualitas pelayanan RSAM di masa mendatang.