Guncangan M 3,6 Landa Situbondo, Bangunan Residensial Alami Kerusakan

Gempa Bumi Guncang Situbondo, Satu Rumah Dilaporkan Rusak

Wilayah Situbondo, Jawa Timur diguncang gempa bumi dengan magnitudo 3,6 pada hari Jumat dini hari, menyebabkan kerusakan pada sebuah rumah warga di Desa Langkap, Kecamatan Besuki. Guncangan yang berpusat di kawasan pegunungan Argopuro ini dirasakan di beberapa kecamatan, membuat warga terkejut dan waspada.

Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Sruwi Hartanto, mengonfirmasi bahwa laporan awal menunjukkan satu rumah mengalami kerusakan akibat gempa. Rumah milik Mulyadiono (51), warga Desa Langkap, mengalami retak pada dinding akibat guncangan tersebut. Getaran gempa membangunkan warga dari tidur lelap mereka di beberapa wilayah.

"Gempanya terasa tadi malam, laporan masuk satu rumah rusak retak di dinding," ungkap Sruwi Hartanto.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo mencatat bahwa guncangan gempa dirasakan di empat kecamatan, meliputi:

  • Kecamatan Besuki
  • Kecamatan Mlandingan
  • Kecamatan Suboh
  • Kecamatan Sumbermalang

Sruwi Hartanto mengimbau masyarakat untuk menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa demi keselamatan. Langkah ini penting untuk mencegah potensi bahaya yang mungkin timbul akibat struktur bangunan yang melemah.

"Bagi masyarakat supaya lebih aman harus hindari bangunan yang retak saat beristirahat supaya tidak ada musibah yang tidak diinginkan," imbaunya.

Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 00.49 WIB. Pusat gempa berada di darat, sekitar 5 kilometer dari Desa Banyuwulu, Kecamatan Pakem. Koordinat gempa tercatat pada 7.85 Lintang Selatan dan 113.76 Bujur Timur, dengan kedalaman yang sangat dangkal, yaitu sekitar 2 kilometer di bawah permukaan tanah. Kondisi ini menyebabkan guncangan gempa terasa cukup kuat di wilayah sekitar pusat gempa.

Pemerintah daerah setempat terus melakukan pemantauan dan pendataan untuk mengetahui dampak gempa secara lebih rinci. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan waspada terhadap potensi gempa susulan.