Rekonstruksi Kasus Mutilasi Pesisir Selatan Ungkap Tindakan Kanibalisme Tersangka

Kasus pembunuhan disertai mutilasi yang menggemparkan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, memasuki babak baru. Aparat kepolisian telah menggelar rekonstruksi di lokasi kejadian, Bukit Ransam Painan, yang mengungkap fakta mengerikan terkait tindakan tersangka.

Rekonstruksi yang dilakukan memperlihatkan bagaimana tersangka, Bobi (34), melakukan serangkaian tindakan keji terhadap korban, Peristiwa (32). Salah satu adegan yang paling mengejutkan adalah ketika tersangka mengakui telah menggoreng dan memakan sebagian daging korban. Fakta ini terungkap dalam rekonstruksi yang berlangsung di lokasi kejadian, di mana tersangka memperagakan 18 adegan, termasuk adegan ke 9 dan 10 yang menunjukkan tindakan kanibalisme tersebut.

Menurut keterangan pihak kepolisian, tersangka mengiris kecil-kecil serpihan daging dari bagian kaki korban, kemudian menggorengnya. Ketika ditanya mengenai motifnya, tersangka mengaku tidak memiliki alasan khusus selain hanya ingin mencoba memakan daging manusia. Pengakuan ini menambah kengerian kasus pembunuhan yang sudah sangat sadis. Setelah melakukan pembunuhan, mutilasi, dan pengecoran jasad korban, tersangka kembali ke kafe tempatnya tinggal dan melakukan tindakan kanibalisme tersebut.

Kasus ini bermula dari masalah pinjaman uang antara korban dan tersangka. Korban datang ke kamar tersangka di Cafe Karisma dan meminta pinjaman sebesar Rp 400.000. Penolakan tersangka memicu pertengkaran yang berujung pada pembunuhan. Tersangka memukul korban dengan balok kayu hingga tewas, kemudian menggorok leher dan memutilasi tubuh korban.

Saat ini, pihak kepolisian tengah mempersiapkan penyerahan tersangka beserta barang bukti ke kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut. Tersangka akan dijerat dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Penemuan kerangka korban di dalam bak mandi yang dijadikan sarang burung walet pada awal April lalu menjadi titik awal pengungkapan kasus ini, yang kemudian mengarah pada penangkapan tersangka dan terungkapnya fakta-fakta mengerikan selama proses penyidikan dan rekonstruksi.