Tokoh NU Pamekasan, KH Taufik Hasyim, dan Istri Wafat dalam Kecelakaan Tragis di Tol Pasuruan-Probolinggo

Kabar duka menyelimuti Nahdlatul Ulama (NU) dan masyarakat Pamekasan. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, KH Taufik Hasyim, bersama istrinya, Hj. Amiroh Mawaddah, meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di ruas Tol Pasuruan-Probolinggo pada Sabtu (14/06/2025) dini hari. Insiden ini terjadi saat keduanya dalam perjalanan pulang menuju Pondok Pesantren Miftahul Ulum (PPMU) Kaliglagah Sumber Baru, Jember.

KH Taufik Hasyim, yang juga dikenal sebagai Rektor IAI MU Pamekasan, sebelumnya menghadiri acara peringatan 40 hari wafatnya Nyai Hj. Faridah Muddatstsir di Pondok Pesantren Miftahul Ulum (PPMU) Panyepen pada hari Jumat (13/06/2025). Almarhum bersama istri dan rombongan keluarga berangkat dari Pamekasan.

Kabar duka ini dengan cepat menyebar. KH Moh Muddatstsir Badruddin, Pengasuh PPMU Panyepen, mengumumkan berita wafatnya KH Taufik Hasyim dan istri kepada para santri dan masyarakat melalui media sosial pada pukul 02.30 dini hari. Dalam pengumumannya, beliau menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan almarhum dan almarhumah.

"Kami atas nama Keluarga Besar PPMU Panyepen Palengaan Pamekasan dan Pembina PPMU memohonkan maaf sebesar-besarnya kepada semua pihak atas segala kesalahan dan kekhilafannya, baik disengaja maupun tidak disengaja," tulis KH Moh Muddatstsir Badruddin dalam edarannya.

Sebelum kejadian nahas tersebut, KH Taufik Hasyim sempat menghadiri acara Pelantikan Akbar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) se-Kabupaten Pamekasan periode 2025-2028 di Mandhapa Agung Pamekasan pada Jumat malam.

Mobil Toyota Innova Zenix dengan nomor polisi N 1086 EL yang ditumpangi KH Taufik Hasyim dan keluarga mengalami kecelakaan di Tol Pasuruan-Probolinggo. Selain almarhum dan almarhumah, terdapat penumpang lain dalam kendaraan tersebut. Sopir bernama Sholehoddin (26) mengalami luka berat, sementara penumpang lainnya, Moh Syakir (7), Muhammad Ali (4), dan Siti Sulaiha (21), dilaporkan dalam kondisi sehat dan sebagian mengalami luka ringan.

KH Moh Muddatstsir Badruddin juga mengajak seluruh masyarakat untuk melaksanakan shalat ghaib dan membaca Yasin sebagai bentuk doa bagi almarhum dan almarhumah. Beliau berharap agar almarhum dan almarhumah diterima sebagai syuhada akhirat dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, keikhlasan, dan tawakal.

"Semoga almarhum dan almarhumah tercatat sebagai salah satu syuhada akhirat dan semoga keluarga yang ditinggal sabar, tabah, ikhlas, dan tawakal," ujarnya.

Jenazah KH Taufik Hasyim dan Hj. Amiroh Mawaddah dimakamkan pada hari Sabtu (14/06/2025) antara pukul 14.00 sampai 15.00 di PPMU Kaliglagah Sumber Baru, Jember. Kepergian beliau berdua meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar NU, masyarakat Pamekasan, dan seluruh pihak yang mengenal dan menghormati jasa-jasa beliau.

Kepergian KH Taufik Hasyim merupakan kehilangan besar bagi NU dan dunia pendidikan di Pamekasan. Beliau dikenal sebagai sosok yang aktif dalam kegiatan keagamaan, sosial, dan pendidikan. Dedikasi dan pengabdiannya akan selalu dikenang oleh masyarakat.