Menteri Zulkifli Hasan Soroti Ketertinggalan Gizi Anak Indonesia Dibandingkan Negara Asia Timur
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyoroti pentingnya pemenuhan gizi sebagai bagian krusial dari program pangan nasional. Penegasan ini disampaikan dalam acara peringatan Hari Susu Nusantara, sebuah momentum yang dijadikan ajang untuk menekankan peran strategis susu dalam membentuk generasi penerus yang sehat, kuat, dan cerdas.
Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, menyatakan bahwa program pangan merupakan fokus utama pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Program ini mencakup berbagai aspek, mulai dari karbohidrat, protein, hingga susu yang dianggap Zulhas sebagai elemen yang sangat vital. Menurutnya, peningkatan kualitas gizi merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan pemerintah, masyarakat, industri susu, dan seluruh sektor terkait.
Presiden Prabowo Subianto memiliki visi untuk memastikan tidak ada warga negara Indonesia yang mengalami kekurangan gizi. Kekurangan gizi dapat berdampak negatif pada kualitas sumber daya manusia, terutama dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat. Zulhas mencontohkan keberhasilan Korea Selatan dan China dalam meningkatkan kualitas gizi generasi mereka melalui peningkatan konsumsi susu.
Zulhas mengenang pengalamannya pada tahun 1983 ketika berdagang dengan Tiongkok, Korea Selatan, Thailand, dan Vietnam. Pada saat itu, postur fisik anak muda Indonesia relatif setara dengan negara-negara tersebut. Namun, kini situasinya berbeda. Anak muda di negara-negara tersebut tampak lebih tinggi dan sehat. Perbedaan ini, menurut Zulhas, disebabkan oleh perhatian yang lebih besar terhadap ketahanan pangan berbasis gizi seimbang.
Zulhas menekankan bahwa peningkatan konsumsi susu merupakan langkah strategis untuk mempercepat kemajuan bangsa. Ia meyakini bahwa fondasi yang kokoh hanya dapat dibangun jika kebutuhan pangan terpenuhi dengan baik. Lebih lanjut, Zulhas menjelaskan bahwa konsumsi susu bukan hanya sekadar minum, tetapi juga investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi unggul.
"Kita sudah meletakkan fondasi yang kokoh, yang kuat. Itu karena tidak ada negara yang bisa maju hebat kalau pangannya kurang," ujarnya.
Acara peringatan Hari Susu Nusantara dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Perdagangan Budi Santoso, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda, Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat Manaor Panggabean, serta perwakilan dari berbagai kementerian, lembaga, BUMN, dan pelaku usaha sektor pangan.
Berikut poin penting yang disampaikan dalam acara tersebut:
- Susu sebagai bagian penting dari program pangan nasional.
- Kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan industri susu untuk mengatasi masalah gizi.
- Peningkatan konsumsi susu sebagai langkah strategis untuk memajukan bangsa.
- Konsumsi susu sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak generasi unggul.